Penulis : Diavena Alusia Tamba

New Normal ternyata tidak hanya membawa perubahan pada perilaku hidup seseorang untuk menjadi lebih sehat, tetapi juga pada hal lain termasuk dalam dunia kerja. Akibat dari pandemi yang berlangsung, ada banyak perusahaan yang mengurangi karyawan karena kurangnya pemasukan. Walaupun begitu, pandemi juga mendorong adanya perubahan perilaku gaya hidup masyarakat untuk melakukan kegiatan secara digital. Hal tersebut menjadikan permintaan untuk beberapa jenis pekerjaan menjadi lebih meningkat ketika memasuki era new normal.

Sumber: jawapos.com

Pekerjaan Berbasis Digital

Di era new normal, lowongan pekerjaan kembali terbuka dan diprediksi semakin meningkat dilihat dari bagaimana pola hidup masyarakat saat dan setelah pandemi berlangsung. Namun, dari segi intensitas diperkirakan akan menyesuaikan dengan kebutuhan dari perusahaan itu sendiri. Sahabat Werkudara yang sedang menganggur atau sedang mencari pekerjaan juga dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk kembali bekerja di era new normal.

Namun sebelum bersiap mencari pekerjaan, menurut Chief Executive Officer (CEO) dan Co-Founder TopKarir, Bayu Janitra Wirjoatmodjo, masyarakat perlu memahami bahwa terjadi peralihan pekerjaan dari yang bersifat konvensional atau offline menjadi online.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, mengungkap sejumlah pekerjaan yang dibutuhkan di era new normal ini. “Beberapa skill tergantikan kecerdasan buatan namun banyak jenis usaha dan pekerjaan baru yang muncul terutama yang berbasis IT, internet of things, dan big data. Proses digitalisasi membawa dunia bergerak dari old economy ke new economy,” ungkap Ida saat menghadiri Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Rakernas Apindo) secara virtual, Rabu (12/8) seperti yang dikutip dari CNN Indonesia.

Sahabat Werkudara dapat membaca beberapa list pekerjaan yang sedang diminati saat ini dan akan dibutuhkan oleh perusahaan hingga beberapa waktu ke depan di artikel Werkudara sebelumnya (Baca juga: New Normal, New Job).

Trend di Kalangan Pencari Kerja

Peningkatan lowongan kerja yang terjadi saat ini kemudian diikuti dengan adanya trend di kalangan masyarakat yang sedang mencari kerja. Dilansir dari HR Daily Advisor, portal karir Monster.com mengungkapkan tren utama di kalangan para pencari kerja, yaitu:

  1. Peningkatan penelusuran untuk pekerjaan jarak jauh dengan kata kunci “graphic designer” dan “UI developer”.
  2. Peningkatan penelusuran untuk pekerjaan selama musim panas dan magang.
  3. Dikarenakan beberapa negara telah membuka kembali sektor ekonomi, industri ritel mengalami peningkatan dalam pencarian pekerjaan dan begitu pula dengan “part-time job”.
  4. Work from Home” juga menjadi salah satu kata kunci yang paling banyak dicari oleh para pencari kerja.
  5. Pencarian “food services” juga meningkat, terutama dalam pencarian bartender, pencuci piring, restoran, food partner, juru masak, koki dan koki eksekutif. Hal ini dikarenakan kembali dibukanya beberapa restoran di beberapa negara.
Sumber: lifestyle.kompas.com

Selain meningkatnya pencarian kerja di beberapa portal karir, karakteristik para pencari kerja juga cenderung mengalami perubahan di era new normal. Karakteristik para pencari kerja dapat diidentifikasi sebagai berikut:

  1. Mayoritas pencari kerja akan ragu untuk kembali ke kantor meskipun sudah banyak perusahaan yang menerapkan kerja offline dengan protokol kesehatan.
  2. Sebagian besar pencari kerja akan lebih sering menyesuaikan diri untuk bekerja dari rumah atau work from home dibanding sebelum pandemi dan sebagian lagi bahkan sudah melakukan WFH secara permanen.
  3. Meskipun beberapa perusahaan sudah dibuka kembali, tetapi mayoritas pencari kerja tidak ingin mengadakan pertemuan secara langsung dan memilih untuk melakukan pertemuan secara online.

Sebenarnya tindakan yang dilakukan oleh para pencari kerja menjadi suatu hal yang dianggap wajar di era new normal ini apalagi mengingat kasus COVID-19 di Indonesia masih mengalami peningkatan. Adanya kekhawatiran terhadap pandemi yang masih berlangsung dan juga kebutuhan masyarakat akan kesejahteraan ekonomi membuat pencarian pekerjaan jarak jauh meningkat pesat. Lowongan pekerjaan yang tersedia saat ini juga mendukung para pencari kerja untuk melakukan pekerjaan jarak jauh dikarenakan adanya proses digitalisasi yang sudah dilakukan oleh beberapa perusahaan.

Namun, digitalisasi ini diprediksi akan membuat persaingan pekerjaan menjadi semakin ketat. Hal ini dikarenakan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan angka pengangguran bisa menyentuh 12,7 juta orang di tahun 2021 dan sayangnya tidak semua orang memiliki kemampuan dalam bidang digital. Maka dari itu, bagi Sahabat Werkudara yang sedang mencari pekerjaan perlu menyesuaikan diri dengan meningkatkan skill yang dibutuhkan oleh perusahaan sehingga tidak tertinggal karena kalah bersaing.

Sumber:

  1. CNBC Indonesia. (10 Juni 2020). New Normal Dorong Lowongan Kerja Baru. Diakses pada tanggal 18 Agustus 2020, dari https://www.cnbcindonesia.com/news/20200610183244-4-164484/new-normal-dorong-lowongan-kerja-baru-tapi
  2. CNN Indonesia. (12 Agustus 2020). Daftar 30 Pekerjaan Yang Dibutuhkan di Era New Normal. Diakses pada tanggal 18 Agustus 2020, dari https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200812190038-92-535075/daftar-30-pekerjaan-yang-dibutuhkan-di-era-new-normal
  3. com. (21 Juni 2020). Sebelum Cari Kerja Di Era New Normal, Perhatikan Ini Dulu. Diakses pada tanggal 18 Agustus 2020, dari https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5062202/sebelum-cari-kerja-di-era-new-normal-perhatikan-ini-dulu
  4. Fox Business. (8 Juni 2020). New normal for job seekers is remote work despite coronavirus reopening. Diakses pada tanggal 18 Agustus 2020, dari https://www.foxbusiness.com/lifestyle/new-normal-for-job-seekers-remote-work-coronavirus-reopenings
  5. HR Daily Advisor. (9 Juni 2020). Jobseeker and Hiring Trends in the COVID Era. Diakses pada tanggal 18 Agustus 2020, dari https://hrdailyadvisor.blr.com/2020/06/09/jobseeker-and-hiring-trends-in-the-covid-era/
  6. (24 Juni 2020). Angka Pengangguran 2020 Terburuk, Apa Yang Bisa Dilakukan Jokowi?. Diakses pada tanggal 18 Agustus 2020, dari https://tirto.id/angka-pengangguran-2020-terburuk-apa-yang-bisa-dilakukan-jokowi-fKQg