Penulis : Sesilia Sophia Kadita

 

Halo sahabat Werkudara! Semenjak pemerintah mengeluarkan himbauan untuk karantina wilayah karena penyebaran COVID-19, pasti sebagian besar dari kamu melakukan aktivitas dari rumah, kan? Seperti culture shock, kita melakukan alih aktivitas melalui online secara tiba-tiba mulai dari pembelajaran jarak jauh (PJJ) hingga work from home (WFH). Kebutuhan akan internet meningkat, otomatis pelanggan internet rumah juga meningkat.

Apakah kamu salah satu yang baru memasang internet di rumah selama pandemi ini?

Streaming Sebagai Hobi Baru

 

Bekerja dari rumah, sekolah juga dari rumah, ditambah lagi harus membatasi keluar rumah sebisa mungkin selama pandemi. Lalu, hiburan apa yang bisa dilakukan jika hanya di rumah saja? Yup, streaming! Aktivitas menonton TV, film, serial, atau bahkan drama Korea yang sedang hits menjadi salah satu alternatif. 

(Sumber: cnet.com)

Situs streaming gratis melalui Youtube hingga platform streaming berbayar seperti Netflix semakin banyak diakses oleh masyarakat semenjak pandemi. Berdasarkan data First Media, trafik Youtube naik 40% dan Netflix melonjak signifikan mencapai 140% dibanding sebelum pandemi.

Operator 3 Indonesia, dikutip dari antaranews.com, mencatat sejak dilakukannya pembatasan sosial terdapat kenaikan trafik sebesar 193% untuk kegiatan streaming. Peningkatan tersebut terjadi untuk layanan platform streaming premium yaitu Viu, Netflix, iflix, Amazon Prime Video, KlikFilm, DrakorID, dan Vidio.

Netflix sebagai salah satu platform streaming terbesar mencatat bahwa dalam kuartal pertama 2020 telah ada 15,8 juta pengguna baru secara global. Data ini bisa jauh lebih besar secara nyata karena semakin banyak “penjual” akun Netflix dengan harga yang lebih murah dan biasanya sering ditemukan berjualan di media sosial.

Drama Korea Selatan Mendunia

Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu yang melekat dengan istilah “streaming” adalah Drama Korea (drakor). Drakor menjadi sangat populer di Asia bahkan di dunia hingga memunculkan istilah gelombang Korea atau k-wave. Bahkan salah satu drakor Crash Landing on You menjadi salah satu tayangan paling banyak ditonton di Netflix di seluruh dunia berdasarkan Reelgood.com.

Namun, apakah kamu pernah berpikir mengapa drakor bisa sangat digemari?

 

1.   Alur Cerita

(Alur cerita cinta segitiga di The World of the Married. Sumber: kapanlagi.com)

Penulis dan rumah produksi di Korea Selatan berlomba-lomba untuk menghasilkan alur cerita yang menarik untuk dijadikan sebuah drama. Setiap drama juga memiliki genre cerita yang pasti seperti sekolah, medis, hukum, politik, bahkan fiksi seperti alien. Alur cerita yang variatif seakan menjadi angin segar bagi orang-orang yang jenuh dengan siaran TV.

Alur cerita drakor seakan bisa mengajak penontonnya masuk ke dalam cerita dan merasakan bagaimana dinamika emosi mulai dari bahagia, sedih, marah, atau bahkan dibuat “greget” dengan akhir yang menggantung. Menurut profesor studi Asia-Afrika Ji-Yeon, yang dikutip dari Halodoc, manusia pada dasarnya menyukai sensasi emosi yang campur aduk sebelum mencapai ending.

Selain itu penonton juga dapat merasa memiliki ikatan emosi dengan karakter seperti saat satu karakter mendapat kemalangan, penonton akan ikut merasa simpati. Ikatan ini akan memberikan pengalaman yang mungkin tidak didapatkan di dunia nyata, atau bahkan menjadi alternatif solusi yang dihadapi penonton.

Nah, alasan drakor sangat digemari terutama oleh masyarakat Indonesia adalah jumlah episode yang sedikit. Rata-rata drakor memiliki jumlah episode 16-20 dengan masing-masing episode berdurasi kurang lebih satu jam. Jumlah episode yang sedikit mendukung jalan cerita sehingga tidak berputar-putar dan jelas di mana bagian pembuka, klimaks, maupun ending.

 

2.   Modal Produksi

(Sumber: netflix.com)

Drama Korea memiliki modal produksi yang tidak main-main. Salah satu biaya produksi dengan angka fantastis adalah drakor Vagabond yaitu sebesar 25 miliar won atau setara dengan Rp296,8 miliar. Bagaimana tidak memakan biaya tinggi? Untuk satu pemain papan atas saja bisa menghabiskan ratusan juta rupiah hanya dalam 1 episode.

3.   Lokasi dan Properti

 

Memiliki biaya produksi yang tinggi memungkinkan sebuah drakor memiliki lokasi syuting dan properti yang memadai. Satu judul drakor bisa melakukan syuting di beberapa tempat sekaligus, bahkan hingga ke luar negeri seperti pada drakor Goblin. Drakor It’s Okay to Not Be Okay membuat replika bagian depan kastil sebagai lokasi syuting. Drakor Descendant of the Sun bahkan membangun lokasi syuting sendiri di alam terbuka.

(Lokasi syuting Descendant of the Sun yang sengaja dibuat. Sumber: republika.co.id)

Selain lokasi syuting, yang membuat menarik dari drakor adalah propertinya. Masing-masing drakor menyiapkan properti pendukung yang sesuai genre drama dengan maksimal. Contohnya, drakor Romantic Doctor Teacher Kim yang berlatar rumah sakit membangun set syuting seperti rumah sakit dan memiliki properti peralatan medis yang canggih.

4.   Pemilihan Pemain.

(Pemain Reply 1988. Sumber: cnnindonesia.com)

Persiapan untuk membuat satu judul drakor dilakukan jauh-jauh hari, bisa berbulan-bulan sebelumnya bahkan memakan waktu satu tahun. Salah satu yang memakan waktu adalah pemilihan pemain alias casting. Proses casting dilakukan secara bertahap hingga menyaring pemain yang benar-benar sesuai untuk masing-masing peran. Pemain drakor tidak hanya dipandang dari penampilan fisiknya, tetapi juga kualitas yang dimiliki.

 

5.   Soundtrack

(Soundtrack Descendant of the Sun dinyanyikan oleh Chen EXO ft. Punch. Sumber: youtube.com)

“Ooo everytime I see you…” pasti selalu terngiang oleh penonton drakor Descendant of the Sun. Satu hal yang paling diingat ketika drakor yang ditonton sudah selesai adalah lagu pengiring atau soundtrack-nya. Satu judul drakor memiliki banyak soundtrack bahkan hingga belasan yang disesuaikan dengan alur, adegan, dan suasana. Tak jarang bahkan penyanyi terkenal di industri K-pop turut serta menjadi pengisi soundtrack.

 

Semakin banyak pilihan drakor yang bisa menemai kamu selama di rumah dan platform streaming drakor yang bisa diakses dengan mudah, semakin banyak pula list drakor yang ingin ditonton. Entah kamu penonton setia drakor dari lama atau pendatang baru semenjak pandemi, jangan sampai melupakan aktivitas utama kamu seperti belajar atau bekerja, ya.

Bagaimana sahabat Werkudara? Apakah kamu penikmat drakor lama atau pendatang baru?

 

 

Sumber:

Rachmawati, Ai Rika. 22 Juli 2020. Netflix dan Youtube Rajai Trafik Fixed Broadband Internet Selama Pandemi. https://www.pikiran-rakyat.com/teknologi/pr-01631045/netflix-dan-youtube-rajai-trafik-fixed-broadband-internet-selama-pandemi?page=2 (Diakses pada 26 Agustus 2020 pukul 17.41)

Tribun Jateng. 15 Juli 2020. IndiHome Catat Lonjakan 1.000 Pengguna Baru Setiap Harinya Selama Pandemi Corona. https://jateng.tribunnews.com/2020/07/15/indihome-catat-lonjakan-1000-pengguna-baru-setiap-harinya-selama-pandemi-corona (Diakses pada 26 Agustus 2020 pukul 17.49)

Antara News. 13 Mei 2020. Dampak Corona, Layanan Film Streaming Meningkat. https://megapolitan.antaranews.com/berita/96148/dampak-corona-layanan-film-streaming-meningkat (Diakses pada 26 Agustus 2020 pukul 21.05)

Riandi, Ady Prawira. 15 Mei 2020. Selama Pandemi Corona Pengguna Baru Netflix Bertambah 15,8 Juta. https://www.kompas.com/hype/read/2020/05/11/160952866/selama-pandemi-corona-pengguna-baru-netflix-bertambah-158-juta (Diakses pada 26 Agustus 2020 pukul 21.40)

Fadli, Rizal. 11 Juni 2020. Alasan Psikologis Kenapa Drama Korea Begitu Digemari. https://www.halodoc.com/artikel/alasan-psikologis-kenapa-drama-korea-begitu-digemari (Diakses pada 26 Agustus 2020 pukul 23.23)

PCMag Asia. 22 Agustus 2020. The Most Watched Show On Netflix This Week. https://sea.pcmag.com/gallery/33789/the-most-watched-shows-on-netflix-this-week (Diakses pada 26 Agustus 2020 pukul 23.45)