Penulis : Diavena Alusia Tamba

 

Bagi sebagian orang, mencari pekerjaan dianggap cukup sulit mengingat harus melewati serangkaian tes sebelum benar-benar diterima untuk bekerja di suatu perusahaan. Apalagi mengingat kondisi saat ini dimana ada banyak sekali orang yang berlomba-lomba untuk melamar kerja di suatu perusahaan. Bagi mereka yang sudah pernah bekerja sebelumnya atau sudah memiliki pengalaman, hal ini dirasa tidak begitu sulit, tetapi bagi mereka yang belum pernah bekerja atau belum memiliki pengalaman, kegiatan mencari pekerjaan dirasa cukup sulit.

Kali ini saya akan berbagi sedikit pengalaman terkait bagaimana proses yang saya lalui untuk sampai pada tahap penerimaan sebagai karyawan magang dengan posisi Content Writer di Werkudara Institute. Selain itu, ada sedikit tips yang dapat dilakukan oleh kamu yang baru pertama kali melamar pekerjaan. Simak artikelnya berikut ini!

 

Persiapan Sebelum Seleksi Kerja

Sumber gambar: https://journal.sociolla.com/lifestyle/melamar-pekerjaan-yang-pernah-dilamar-sebelumnya

Sebelum memasuki tahap seleksi kerja, tentu saja diperlukan persiapan-persiapan tertentu yang nantinya dapat memperbesar peluang kamu untuk lolos tahap seleksi kerja. Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah memilih lowongan pekerjaan. Pilihlah lowongan pekerjaan yang paling sesuai dengan bidang pendidikan kamu atau pekerjaan yang bidangnya paling kamu minati. Dengan begitu, kamu akan lebih mudah menulis surat lamaran, curriculum vitae (CV), serta portofolio yang menarik ketika melamar suatu pekerjaan.

Jika kamu sudah memilih lowongan pekerjaan yang kamu minati, kamu bisa mempersiapkan surat lamaran, CV, portofolio, dan berkas-berkas lain yang mungkin akan diminta oleh perusahaan. Walau begitu, kebanyakan perusahaan akan lebih mengutamakan CV dan portofolio sehingga kamu harus menuliskan CV yang mencerminkan diri kamu dan portofolio yang menunjukkan kemampuan yang kamu miliki pada bidang yang ingin kamu lamar.

Sejak awal saya sendiri sudah memilih bidang pekerjaan yang berhubungan dengan kegiatan tulis-menulis. Hal ini dikarenakan bidang pekerjaan tersebut cukup dekat dengan bidang pendidikan yang saya tempuh dan saya minati. Setelah itu, saya menuliskan CV yang memuat informasi terkait data diri saya serta portofolio yang mencantumkan karya yang pernah saya tulis dalam bidang tulis-menulis.

Jika semua berkas yang diperlukan atau diminta oleh perusahaan telah lengkap, kamu bisa mengirimkan lamaran ke alamat yang dituju oleh perusahaan. Usahakan kamu menggunakan bahasa yang sopan ketika mengirim lamaran pekerjaan dan jika lamaran dikirimkan melalui surat elektronik (e-mail), pastikan alamat ­e-mail kamu baik dan tidak “lebay”, seperti akucantik@yahoo.com atau simanis@hotmail.com. Selain itu, pastikan juga alamat perusahaan yang kamu tuju sudah benar.

Seleksi Calon Karyawan

Sumber gambar: Liputan6.com

Setelah mengirimkan lamaran, kamu biasanya akan diminta untuk menunggu dihubungi oleh perwakilan dari perusahaan. Jika kamu dihubungi, itu artinya kamu lolos tahap seleksi berkas dan jika kamu tidak dihubungi, maka kamu belum berhasil dalam tahap seleksi berkas. Pada tahap ini, kamu biasanya akan diminta untuk mengikuti tahap selanjutnya, yaitu wawancara awal, psikotes atau ujian lainnya, dan wawancara akhir. Walau begitu, tidak semua perusahaan menerapkan tahap seperti yang disebutkan, bisa saja perusahaan hanya mengadakan psikotes dan wawancara akhir atau bisa juga wawancara lebih dulu lalu psikotes. Semua itu tergantung kebijakan atau kebutuhan dari perusahaan itu sendiri.

Di tahap ini, kamu harus mempersiapkan diri kamu sebaik-baiknya. Pada tahap wawancara, kamu akan diberikan pertanyaan terkait dokumen yang telah kamu kirim, seperti CV atau portofolio untuk mengetahui dengan tepat apa yang sudah dikerjakan oleh calon karyawan di bidang yang dilamar sehingga kamu perlu menjawab pertanyaan dengan baik. Sementara itu, tahap psikotes biasanya dilakukan untuk mengetahui lebih mendalam mengenai kemampuan, minat dan bakat, serta kepribadian kamu. Maka di tahap ini, kamu perlu menjawab soal dengan jujur sesuai kemampuan dan kepribadian kamu. (Baca juga: link https://werkudarains.org/blog/2020/09/02/persiapkan-diri-kamu-untuk-hadapi-psikotes-cara-mudah-mempersiapkan-diri-sebelum-mengikuti-psikotes/)

Setelah saya mengirimkan lamaran ke beberapa perusahaan, akhirnya saya dihubungi oleh pihak Werkudara Institute yang menyatakan bahwa saya berhasil lolos pada tahap seleksi berkas dan diminta untuk mengikuti tahap psikotes. Di tahap ini, saya berusaha mempersiapkan diri dengan baik agar dapat menjawab soal tes dengan baik pula dan ternyata saya lolos ke tahap tes kemampuan pada bidang Content Writer. Hal ini dimaksudkan untuk melihat kemampuan saya dalam menulis. Ketika saya lolos tes kemampuan, akhirnya saya tiba di tahap wawancara dimana saya diberi pertanyaan seputar portofolio saya. Hal ini dilakukan untuk memastikan apa yang telah saya kerjakan itu benar adanya.

 

Penerimaan Kerja

Sumber gambar: suara.com

Setelah melewati seluruh proses seleksi, tibalah waktunya kamu diminta oleh pihak perusahaan untuk menunggu waktu pengumuman penerimaan. Biasanya kamu akan merasa gugup dan gelisah pada saat-saat seperti ini karena tidak yakin pada tahap seleksi yang sebelumnya telah kamu lakukan, tetapi jika kamu merasa yakin bahwa kamu telah melakukan yang terbaik pada tahap sebelumnya, kamu pasti akan diterima di perusahaan yang telah kamu lamar.

Hal ini tentu saja juga dirasakan oleh saya setelah berhasil melakukan serangkaian tahapan yang diadakan oleh Werkudara Institute. Saya diminta untuk menunggu selama seminggu dimana dalam waktu seminggu itu saya merasa gugup dan gelisah luar biasa karena takut tidak diterima. Walau begitu, seringkali saya  merasa yakin bahwa saya telah melewati proses seleksi dengan baik dan optimis bahwa saya pasti diterima di Werkudara Institute. Akhirnya setelah penantian panjang, sebuah pemberitahuan di e-mail saya menunjukkan adanya pesan masuk dari Werkudara yang mengatakan bahwa saya diterima untuk magang sebagai Content Writer di Werkudara Institute dan dapat mulai bekerja seminggu setelahnya.

Memang cukup sulit untuk melamar pekerjaan di kondisi saat ini dimana ada banyak sekali orang yang bersaing untuk mendapat posisi di suatu perusahaan. Proses untuk sampai pada tahap penerimaan pun cukup panjang dan menguras pikiran karena kita diminta untuk melakukan serangkaian tes seleksi. Namun jika kamu mampu mempersiapkan diri dengan baik, maka seluruh rangkaian tes tersebut dapat kamu lewati dengan mudah. Selain itu, jangan terlalu terpaku pada 1 lowongan pekerjaan. Usahakan untuk mencari lowongan lainnya yang masih berada di bidang yang sama dengan yang kamu minati sehingga jika kamu tidak diterima di tempat tersebut, kamu masih memiliki kesempatan di perusahaan lainnya. Selamat mencoba Sahabat Werkudara!

 

Sumber:

Chairy, Liche Seniati. (2006). Mempersiapkan Diri Dalam Proses Rekrutmen Dan Seleksi Karyawan. 1-11. Jurnal Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. http://staff.ui.ac.id/system/files/users/liche/material/rekrutmendanseleksi-immanta-liche.pdf