Penulis: Sesilia Sophia Kadita

 

Apa kamu tahu sebenarnya siapa yang dimaksud milenial itu? Beberapa ahli mengatakan bahwa milenial adalah mereka yang lahir pada tahun awal 1980-an hingga akhir 1990-an, maka di 2020 berusia antara 20-40 tahun.

Generasi milenial kini menguasai jumlah penduduk di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2018 generasi milenial pada kelompok umur 20-39 tahun mencapai 24% yaitu sebanyak 63,4 juta orang. BPS memproyeksikan milenial akan menjadi generasi mayoritas dalam struktur demografi Indonesia dan jumlahnya akan terus bertambah.

Saat ini tidak hanya soal demografi, dunia kerja juga didominasi oleh pekerja milenial. Dalam dunia kerja, milenial terkenal sebagai kutu loncat alias mudah berpindah-pindah tempat kerja. Milenial dinilai sangat mudah untuk memutuskan berhenti dari satu pekerjaan, dan memilih untuk mencari pekerjaan baru. Sebenarnya bagaimana karakter pekerja milenial itu?

 

1.   Tech Savvy

(Sumber: The Deloitte Global Millennial Survey 2019)

Milenial lahir di mana teknologi sedang sangat berkembang di dunia. Maka dari itu milenial cenderung lebih mudah beradaptasi dengan teknologi dan memanfaatkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh IDN bersama dengan Alvara Research Center dengan judul Indonesia Millenial Report 2019, menunjukkan bahwa 94,4% milenial Indonesia telah terkoneksi dengan internet dan bahkan mengalami ketergantungan.

Koneksi milenial dengan internet menuntun pada perilaku mereka di dunia kerja, hal paling sederhana adalah dalam mencari pekerjaan. Penelitian IDN menunjukkan bahwa milenial banyak menggunakan internet sebagai rujukan untuk mencari kerja. Portal pencarian kerja didominasi oleh Jobstreet sebanyak 32,2% dan Jobsdb sebanyak 22,3%.

 

2.   Self Development

(Hasil survey lama target bekerja milenial. Sumber: IDN Millennial Report 2019)

Pada survey yang dilakukan IDN, mayoritas atau sebanyak 35,1% milenial berpandangan bahwa idealnya bekerja dalam satu perusahaan hanya dalam 2-3 tahun. Hasil penelitian ini sejalan dengan survey yang dilakukan oleh Deloitte dalam Global Millennial Survey 2019 yang menunjukkan bahwa 49% responden ingin berpindah kerja dalam dua tahun ke depan bila memungkinkan.

Ke dua penelitian ini menunjukkan bahwa salah satu alasan utama milenial memilih untuk berpindah-pindah kerja karena tidak adanya fasilitas untuk pengembangan diri. Milenial masih memiliki banyak obsesi di masa depan dan perusahaan belum dapat memfasilitasi pemenuhan obsesi tersebut. Maka dari itu, milenial cenderung untuk berpindah tempat kerja demi mencari yang sesuai dengan passion mereka.

Hasil penelitian dari Aalto University School of Business menyebutkan bahwa milenial menganggap pengembangan diri secara personal dan profesional merupakan hal yang lebih penting dalam pekerjaan. Pada artikel “Millenials and the World of Work: An Organization and Management Perspective” oleh Hershatter dan Epstein 2010 menjelaskan bahwa milenial butuh perusahaan yang suportif dalam artian adanya pengakuan, apresiasi pencapaian, dan jenjang karir yang progresif.

 

3.   Flexibility

(Sumber: IDN Millennial Report 2019)

Milenial cenderung memilih pekerjaan atau perusahaan yang fleksibel dalam hal kreativitas, waktu kerja, atau hubungan antar pekerja. Milenial tidak suka diperintah atau dikontrol, mereka lebih suka perusahaan memberikan arahan untuk berani mengambil keputusan dan ruang gerak yang luas untuk mereka berkreasi.

Dalam hal jam kerja, milenial cenderung memilih pekerjaan yang fleksibel dalam hal waktu dan tidak perlu selalu datang ke kantor. Kontribusi pekerjaan tidak hanya dinilai dari waktu kerja, namun lebih pada menyelesaikan deadline, hasil kerja yang berkualitas, dan pemikiran yang out of the box. Jam kerja yang fleksibel memunginkan milenial untuk bekerja di waktu produktifnya masing-masing.

Milenial memiliki keinginan besar untuk bersosialisasi. Milenial juga memilih jenis pekerjaan yang memiliki hubungan antar karyawan atau bahkan hubungan dengan atasan yang lebih komunikatif. Milenial menginginkan adanya komunikasi dua arah sehingga terjalin keterbukaan komunikasi.

 

4.   Work-Life Balance

(Sumber: Deloitte Global Millennial Survey 2019)

Sepulang dari kantor, milenial cenderung meninggalkan urusan pekerjaan dan fokus pada waktu pribadi seperti beristirahat, berkumpul, atau bermain. Kebanyakan milenial tidak ingin mengorbankan kehidupan pribadinya untuk menaikkan karir. Alasan milenial memilih jam kerja yang fleksibel juga karena mereka mementingkan keseimbangan antara kehidupan kerja kan kehidupan pribadi.

Studi yang dilakukan Ng Schweitzer dan Lyons pada 2010 salah satunya menunjukkan bahwa milenial memastikan kehidupan yang bermakna dan memuaskan di luar pekerjaan. Milenial ingin menggunakan hasil kerja kerasnya untuk memenuhi kepuasan diri.

 

5.   Entrepreneur

(Sumber: IDN Indonesia Millennial Report 2019)

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.Karakteristik terakhir dari pekerja milenial adalah mereka banyak tertarik untuk menjadi entrepreneur. Karakteristik ini sejalan dengan penelitian IDN yang menunjukkan bahwa 69,1% milenial memiliki keinginan untuk membuka usaha.

Generasi milenial memiliki mimpi yang besar. Mereka ingin membangun usahanya sendiri atau membangun lingkungan kerja yang ideal bagi mereka. Hal ini sebenarnya bisa terlihat dari semakin banyaknya entrepreneur muda. Dalam skala lebih kecil bisa dilihat banyaknya bisnis online shop yang biasa dijalankan milenial.

Itu tadi karakteristik pekerja milenial yang ternyata berdasarkan hasil penelitian berbeda dengan generasi sebelumnya yang lebih konvensional. Artikel ini bermanfaat bagi kamu jobseeker atau pekerja milenial untuk merefleksikan diri di mana perusahaan atau jenis pekerjaan yang sesuai untuk potensi dirimu. Recruiter dengan ini juga mampu menilai hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan perusahaan bila hendak meng-hire pekerja milenial.

 

 

 

Deloitte. 2019. The Deloitte Global MillennialSurvey 2019. Deloitte.

IDN Media. 2019. Indonesia Millennial Report. IDN Research Institute.

InterActive. 25 September 2019. 10 Karakteristik Generasi Milenial yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Mempekerjakan Mereka. https://interactive.co.id/blog/10-karakteristik-generasi-millenial-yang-wajib-anda-ketahui-sebelum-mempekerjakan-mereka-169.html (Diakases pada 12 September 2020 pukul 02.22)

Nurhayat, Wiji. 17 Januari 2020. 4 Karakter Milenial yang Harus Dipahami Perusahaan. https://www.talenta.co/blog/organisasi/4-karakter-karyawan-milenial-yang-harus-dipahami-perusahaan/ (Diakses pada 12 September 2020 pukul 02.21)

Reaktor.co.id. 23 Juli 2019. Mulai Dominasi Tempat Kerja 2020, Ini Karakteristik Pekerja Milenial. https://reaktor.co.id/pekerja-milenial/#:~:text=Karena%20dibesarkan%20oleh%20kemajuan%20teknologi,teknologi%20dalam%20segala%20aspek%20kehidupan. (Diakses pada 12 September 2020 pukul 02.17)