Penulis : Sesilia Sophia Kadita

 

Sabtu, 25 September 2020, Werkudara Institute hadir kembali dengan Ceritasik Sore-Sore episode #07 bertemakan Tips dan Trik Membuat Instagram Bisnis Lebih Menarik. Episode terbaru kali ini dipandu oleh Martinus Galih yang merupakan Graphic Designer Intern Werkudara Institute dan bersama narasumber Klara Putri, Business Development Manager Werkudara Institute.

Mbak Lala, sapaan akrab narasumber kali ini, menjelaskan bahwa Instagram sangat berpotensi untuk mengembangkan dan menunjang bisnis. Alasan pertama adalah karena Instagram memiliki konten yang variatif, mulai dari feed untuk memposting gambar atau video, story, hingga IG TV. Kemudian postingan di Instagram memiliki potensi viral yang sangat cepat dan meluas, contohnya saja video Odading Mang Oleh. Semenjak Instagram bergabung dengan Facebook, Instagram memiliki jangkauan yang luas karena dapat terhubung dengan Facebook dan WA sekaligus.

Persiapan untuk Pemula

Instagram memang berpotensi untuk mengembangkan bisnis, namun apa yang harus dipersiapkan terutama oleh pemula?

1.   Berani berinvestasi

Investasi pertama adalah harus mempersiapkan device yang mendukung untuk menggunakan Instagram, mulai dari kebutuhan untuk mengunduh aplikasi Instagram hingga ketika mengunggah konten. Kemudian Mbak Lala juga menjelaskan bahwa kita perlu berinvestasi secara ilmu. Pemula yang baru dalam Instagram perlu mempelajari terlebih dahulu apa manfaat Instagram dan apa fitur-fitur yang dapat mendukung bisnis.

2.   Nama akun atau produk

Sebelum kamu membuka akun untuk bisnis di Instagram, tentunya kamu telah menyiapkan apa nama akun yang mempresentasikan produk jualanmu. Namun sebelum itu harus melakukan riset terlebih dahulu apakah nama yang kamu pikirkan sudah digunakan pihak lain atau belum.

3.   Bedakan akun pribadi dan akun bisnis

Mungkin kamu telah memiliki akun pribadi di Instagram. Namun untuk memulai bisnis, kamu perlu membuat akun terpisah untuk bisnis jualanmu. Hal ini dilakukan supaya audiens tidak terdistraksi antara konten pribadi dengan konten berjualan.

4.   Pelajari produk

Ketika kamu memutuskan produk apa yang ingin dijual, kamu harus menjadi “ahli” perihal produk tersebut, mulai dari pengetahuan mengenai manfaat, kegunaan, kelebihan, hingga kekurangan produk tersebut.

5.   Konten yang menarik

Kamu harus terus mengunggah konten di Instagram bisnismu sehingga audiens tahu bahwa kamu sedang aktif berjualan. Supaya lebih menarik, kamu bisa mengintegrasi desain konten dengan logo dalam hal warna. Misalnya logo dari produkmu memiliki warna kuning dan merah, maka desain konten didominasi dengan warna kuning dan merah. Hal ini bertujuan untuk memperkuat branding produk maupun merek.

6.   Followers

Kamu tidak mungkin, kan membuat akun Instagram untuk berjualan namun tidak ada followers yang melihat? Jika kamu kesulitan mencari followers baru, kamu bisa mulai dari teman-teman terdekat.

Bagaimana Cara Berbisnis melalui Instagram?

Kamu mungkin bertanya, apakah Instagram merupakan media yang paling tepat untuk berbisnis? Sebenarnya Instagram bukan media yang tepat untuk menawarkan produk secara langsung atau disebut hardselling. Instagram lebih cocok menjadi media softselling, yaitu membentuk branding dari produk, toko, atau perusahaan.

Sosial media, begitu pun dengan Instagram, sesuai dengan namanya merupakan media untuk bersosialisasi. Maka dari itu Instagram lebih cocok untuk mensosialisasi followers dengan salah satu caranya adalah mengedukasi. Kamu harus berjualan namun perlu juga untuk mengedukasi calon pembeli mengenai produkmu.

Cara yang paling tepat adalah dengan membungkus jualan dengan konten edukasi. Misalnya kamu berjualan skincare, maka konten yang kamu berikan adalah fakta-fakta dari kandungan yang ada dalam skincare jualanmu, sehingga audiens tertarik untuk membelinya.

Langkah apa yang perlu dilakukan untuk memulai bisnis di Instagram? Semua hal tentu berawal dari perencanaan. Atur strategi mengenai siapa target pasar yang ingin kamus sasar, mulai dari usia, gender, lokasi, hingga gaya bahasa. Setelah mengetahui siapa target dari bisnismu, maka rencanakan konten yang akan disajikan sesuai dengan selera target, mulai dari tema konten, gaya komunikasi, desain, hastag, hingga sifat konten.

Kamu sudah membuat perencanaan segala rupa dengan matang, maka kamu membutuhkan action. Jangan sampai tidak melaksanakan apa yang sudah dirancang sebelumnya. Hal terakhir adalah jangan lupa untuk mempromosikan konten-konten yang sudah kamu buat, bisa melalui Instagram pribadi, menghubungkan ke Facebook, menyebarkannya di grup WA, atau meminta teman untuk membantu promosi.

Mbak Lala juga menjelaskan bagaimana tahapan audiens hingga tertarik dengan produk yang kita jual. Tahap pertama adala awareness, yaitu kesadaran audiens terhadap produk mulai dari apa produknya hingga apa manfaatnya. Ketika audiens sudah mengenal produk tertarik, audiens akan mempertimbangkan apakah akan membeli produk tersebut atau tidak. Dari ketertarikan dan pertimbangan itu, akhirnya audiens memutuskan untuk membeli produk. Audiens yang sampai pada tahap action yaitu membeli menunjukkan bahwa cara berbisnis kita melalui media sosial berhasil.

Tips terakhir dari Mbak Lala jika kamu ingin menggunakan Instagram sebagai media berjualan, kamu harus mempercantik Instagram terlebih dahulu, buat sebagus mungkin dan penuhi dengan konten-konten menarik. Dengan begitu ketika followers sudah memenuhi akunmu, mereka akan paham mengenai produk yang tersedia. Kamu tertarik dengan pembahasannya lebih jauh? Tonton versi lengkapnya di IGTV @werkudara.ins ya!