Penulis : Diavena Alusia Tamba


Werkudara Insititute kembali menggelar Ceritasiksoresore episode #08 pada Minggu, 4 Oktober 2020 jam 16.30 WIB di Live IG dan tema yang dibahas adalah tips dan trik “Wawancara Kerja yang Memikat Hati HRD”. Narasumber kali ini adalah Mbak Tia yang merupakan HRD Yayasan Pendidikan dengan dipandu oleh Mbak Lala yang merupakan Marketing and Business Development Manager di Werkudara Institute.

Dalam Ceritasiksoresore kali ini, Mbak Tia membagikan pengalamannya ketika mengikuti tes wawancara dan pengalamannya ketika mewawancarai orang-orang yang melamar pekerjaan. Berdasarkan pengalaman tersebut, Mbak Tia menyebutkan bahwa yang perlu dipersiapkan oleh pelamar kerja adalah fisik dan mental. Fisik dimaksud adalah sesuatu yang terlihat, seperti CV, transkrip ijazah, sertifikat yang mendukung, dan kesehatan. Untuk mental yang dimaksudkan Mbak Tia adalah sesuatu yang tidak terlihat atau persiapan yang kita lakukan sebelum tes wawancara, seperti knowledge. Pelamar kerja harus tahu perusahaan tempatnya melamar seperti apa dengan melakukan survei, seperti lokasi perusahaan, track record perusahaan, budaya perusahaannya, dan apakah visi perusahaan sesuai dengan pribadi si pelamar.

Mbak Tia juga menjelaskan bahwa tujuan dari wawancara sendiri adalah untuk mencari tahu atau menggali informasi terkait kandidat yang melamar di suatu perusahaan. Dari wawancara tersebut, perusahaan dapat mengetahui informasi yang belum didapatkan dari tes-tes yang telah dijalani sebelumnya. Selain itu dengan wawancara, perusahaan dapat bertemu secara langsung dengan seseorang yang melamar di tempatnya.

Tahapan dari tes wawancara sendiri dimulai dari user kemudian dilanjut oleh HRD. Untuk user ini sendiri biasanya dipegang oleh kepala divisi dari posisi yang mau dilamar, sedangkan untuk HRD berperan sebagai perwakilan dari perusahaan karena HRD yang nantinya akan lebih banyak bersinggungan dengan sumber daya.

Dari pengalaman Mbak Tia sendiri yang dinilai saat tes wawancara adalah informasi baru terkait si pelamar, seperti kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi dan bagaimana si pelamar berinteraksi, self value, attitude, dan ability. Kepercayaan diri untuk melihat bagaimana seseorang nyaman dengan dirinya dan ketika bertemu dengan orang baru. Kemampuan berkomunikasi ini nantinya akan memperlihatkan bagaimana seseorang mengutarakan idenya, berkomunikasi dengan orang lain, merangkai gagasan, dan mengatakannya secara lisan. Self value disini adalah bagaimana seseorang memiliki nilai dalam dirinya sendiri dan melihat apakah nilai tersebut sesuai dengan nilai yang dimiliki perusahaan. Attitude dibagi menjadi 3 yaitu pertama, kognitif dimana yang dilihat adalah pemikiran, ide, dan pengetahuan; kedua, afeksi dimana yang dilihat adalah perasaan dan bagaimana seseorang mengontrol emosi; ketiga, konasi dimana yang dilihat adalah bagaimana seseorang dapat menyelesaikan suatu permasalahan yang diberikan. Ability yang dimaksud adalah bagaimana kebiasaan seseorang sehari-harinya.

Mbak Tia juga menyebutkan bahwa first impression penting karena dalam jurnal yang dibaca oleh beliau disebutkan bahwa 78% first impression akan menentukan bagaimana HRD merekrut seseorang. Selain itu tidak jarang pelamar merasa gugup ketika akan melakukan wawancara. Jadi Mbak Tia menjelaskan bahwa perasaan gugup adalah hal yang wajar, hanya saja gunakan perasaan gugup tersebut untuk membuat seseorang lebih aware terhadap diri dan lingkungannya.

Berdasarkan pengalaman Mbak Tia, ternyata masih ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh pelamar kerja, yaitu dalam hal persiapan. Seringkali ketika pelamar fokus mempersiapkan administrasi, mereka tidak memperhatikan mental sehingga pelamar tidak aware terhadap dirinya sendiri dan tujuannya serta kurang survei terkait perusahaan yang dilamar. Selain itu, seringkali adanya ketidakcocokan personal branding si pelamar dengan kompetensi yang sebenarnya. Maka dari itu, Mbak Tia berpesan bahwa personal branding dilakukan apa adanya saja dan tidak berlebihan.

Sebagai penutup, Mbak Tia berpesan kepada Sahabat Werkudara untuk menjadi pribadi yang cerdas. Dalam hal ini cerdas tidak selalu mengenai nilai yang diperoleh tetapi cerdas dalam artian terbuka dengan pandangan orang lain, terbuka pada kesempatan baru, terbuka untuk belajar hal baru dan menjadi diri sendiri. Selain itu, kamu juga harus tetap menjadi pribadi yang rendah hati. Selamat berjuang!

Jika kamu ketinggalan Ceritasiksoresore hari ini, kamu bisa menonton siaran ulangnya di IGTV @werkudara.ins. Sampai jumpa di Ceritasiksoresore episode selanjutnya!