Penulis : Sesilia Sophia Kadita

 

Werkudara Institute kembali mengadakan Ceritasik Sore-sore episode #10 pada Sabtu, 10 Oktober 2020 dengan tema “Tips dan Trik Membuat Konten Youtube untuk Pemula”. Episode kali ini dipandu oleh Mas Dutha, Project Supervisor Werkudara Institute. Narasumbernya adalah Joshua Eka Pramudya, atau akrab dipanggil Mas Joshua, seorang content creator Youtube yang bekerja sebagai guru SD.

Mas Joshua menjelaskan alasannya mengapa memilih menjadi content creator Youtube dibanding platform lainnya. Menurutnya, Youtube adalah platform yang lebih fleksibel terutama dalam hal durasi dan penyampaian visual audio. Jika di Instagram Live hanya bisa melakukan tayangan maksimal 60 menit, Youtube bisa lebih lama. Selain itu video di Youtube juga bisa disertai dengan berbagai macam jenis visual, misalnya penambahan grafik atau presentasi.

Persiapan untuk Pemula

Lalu, apa saja yang perlu dipersiapkan untuk mulai membuat konten di Youtube? Hal pertama yang wajib dilakukan adalah membuat akun Youtube. Caranya sangat mudah, gunakan saja alamat e-mail Google (gmail) yang dimiliki. Jika kamu memiliki gmail, maka kamu sudah bisa memiliki akun Youtube karena Youtube adalah bagian dari Google. Setelah itu, kamu perlu mem-branding­ akun Youtube tersebut dengan memberikan nama yang menarik dan mudah diingat serta menentukan jenis konten.

Mas Joshua menjelaskan, daripada memiliki peralatan yang canggih untuk membuat konten, lebih baik mempersiapkan konsep yang matang dan orisinil. Peralatan yang bagus dan lengkap bisa dikembangkan sedikit demi sedikit, namun untuk memulai pembuatan konten perlu konsep yang menarik. Maka dari itu, jangan takut untuk mulai membuat konten Youtube jika peralatan yang dimiliki masih sederhana dan terbatas.

Tentukan konten apa yang hendak dibuat, apakah jenis konten pertunjukkan seni, komedi, atau mukbang misalnya. Namun, bagaimana menentukan konten yang tepat sasaran? Pertama, harus tahu terlebih dahulu siapa target audiens yang ingin disasar. Konten yang kamu buat ingin ditampilkan kepada kelompok penduduk yang mana? Misalnya, kamu memiliki target penonton untuk anak muda di perkotaan yang menyukai budaya Korea. Maka isi dari konten yang akan dibuat menyesuaikan selera target tersebut.

Proses trial and error atau terus mencoba diperlukan untuk mengetes kecocokan konten yang dibuat dengan selera penonton. Melalui trial and error dapat diketahui mana konten yang pas dengan diri kita, namun juga pas dengan kegemaran target. Sebenarnya Mas Joshua juga mengatakan bahwa mencari target audiens yang sesuai merupakan tantangan terbesar. Kerap content creator lain memberikan konten yang sejenis, namun mengapa memiliki lebih banyak views? Unsur inilah yang harus dipelajari.

Tips Membuat Konten yang Tepat Sasaran

Mas Joshua memberikan tips untuk pemula yang mau memulai membuat konten Youtube, yaitu ATM atau amati, tiru, dan modifikasi. Amati channel Youtube sejenis dengan apa yang hendak kita buat. Pelajari apa saja kelebihannya yang bisa diterapkan dalam pembuatan konten.

Tiru strategi atau kelebihan channel Youtube tersebut. Mengapa meniru? Karena channel Youtube tersebut sudah terbukti sukses dengan caranya. Terakhir adalah modifikasi, yaitu membuat pembeda dengan channel Youtube lain. Bila kita meniru milik orang, tetap harus memiliki pembeda supaya tidak dinilai menjiplak.

Bagaimana mengetahui kalau konten yang sudah dibuat tepat sasaran? Youtube sendiri menyediakan fitur Youtube Analytic, di mana kamu bisa menggunakannya untuk melihat performa channel yang dimiliki. Dari hasil analisis ini dapat diketahui demografi penonton, mulai dari usia hingga daerahnya. Analisis ini dapat memberikan insight apakah target audiens yang kita rencanakan sesuai dengan penonton di lapangan.

Selain target audiens, pembuat konten Youtube juga harus waspada dengan copyright alias hak cipta. Kerap kali kita ingin menambahkan lagu-lagu yang sesuai sebagai musik latar, namun ternyata terkena terkena copyright dan video konten yang sudah dibuat di-take down oleh Youtube sendiri.

Mengapa copyright itu penting? Youtube sendiri memiliki fitur monetisasi, di mana saat channel sudah bisa dimonetisasi, berarti bisa menjadi wadah untuk beriklan. Ketika channel Youtube kita dimasuki iklan, maka keuntungan dari pemasangan iklan akan masuk ke pemilik akun. Jika di dalam video kita menyertakan lagu atau konten milik orang lain, sedangkan keuntungan tetap masuk ke dalam kantong kita, maka pemilik lagu/konten yang asli dirugikan. Maka dari itu, Youtube membuat copyright supaya tidak mengambil keuntungan dari hasil karya orang lain.

Lalu, di mana bisa mendapatkan lagu tanpa terkena copyright? Youtube sendiri sudah menyediakan banyak lagu yang bisa digunakan gratis. Pembuat konten Youtube bisa memanfaatkan fitur tersebut untuk menghindari copyright. Fitur ini bisa ditemukan di “Youtube Creator Studio” di bagian “Audio Library”.

Di penghujung sharing-nya, Mas Joshua menjelaskan tips terakhir untuk mendapatkan banyak penonton, yaitu dengan melakukan kolaborasi sesama content creator. Kolaborasi menjadi bentuk penggabungan dua kelompok target audiens sehingga dapat mencakup engagement yang lebih luas.

Kamu tertarik dengan pembahasannya lebih jauh? Tonton versi lengkapnya di IGTV @werkudara.ins ya!