Penulis: Sesilia Sophia Kadita

 

Indonesia sudah memasuki musim hujan. Curah hujan turun lebih banyak dari biasanya. Saat hujan turun, tubuh terasa malas untuk bergerak, lelah, mengantuk, dan bahkan suasana hati berubah murung. Apa kamu juga merasakannya? Tenang saja, kamu tidak sendiri! penelitian menemukan bahwa hujan dapat membawa pengaruh pada kondisi emosi seseorang. Berikut penjelasannya:

 

Cuaca Mempengaruhi Suasana Hati

(Sumber: grid.id)

Perubahan cuaca bagi beberapa orang mungkin dapat mempengaruhi suasana hatinya. Saat bangun di pagi hari merasa sangat bahagia, namun saat cuaca panas di siang hari membuat mood langsung berubah tidak karuan. Apa benar seperti itu?

Penelitian yang diterbitkan Psychological Science pada 2005 mempelajari hubungan antara suasana hati dan cuaca. Hasil penelitian ini membuktikan adanya pengaruh antara cuaca dengan perubahan suasana hati (mood) seseorang. Bahkan suhu dan tekanan udara, kecepatan angin, sinar matahari, hujan, serta lamanya hari juga bisa menjadi indikator perubahan mood.

Kondisi suasana hati yang berubah-ubah secara ekstrim sesuai dengan cuaca disebut dengan seasonal affective disorder (SAD) atau gangguan suasana hati musiman. SAD merupakan jenis depresi ringan yang terkait dengan perubahan musim. Umumnya, SAD lebih banyak terjadi pada orang-orang yang tinggal di negara empat musim. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk dapat terjadi pula pada orang-orang di negara dengan dua musim seperti Indonesia.

Suasana Hati Berdasarkan Cuaca

(Sumber: koran.tempo.co)

1.   Cuaca Cerah

Penelitian dari Psychological Science 2005 menemukan bahwa cuaca yang cerah berkaitan dengan mood yang lebih riang, daya ingat yang lebih baik, dan pikiran yang lebih terbuka selama musim semi karena orang-orang lebih banyak menghabiskan waktu di luar ruangan.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan British Journal of Psychology, cuaca cerah dapat menimbulkan perasaan bahagia dan membuat tubuh terasa bugar. Suhu udara yang meningkat juga dapat meningkatkan semangat. Selain itu, cuaca cerah karena banyak terpapar sinar matahari juga dapat mengurangi rasa cemas.

Serotonin adalah senyawa kimia yang diproduksi oleh otak dan berfungsi sebagai pemberi perasaan nyaman dan senang. Penelitian menjelaskan bahwa sinar matahari mampu memicu pelepasan hormon serotonin tersebut sehingga suasana hati akan senang dan tidak mudah merasa cemas.

Namun, cuaca yang terlampau cerah dan panas justru dapat menimbulkan efek negatif seperti meningkatkan sifat agresif. Sebuah penelitian melaporkan bahwa selama awal musim panas, kejadian bunuh diri lebih meningkat. Cuaca yang terlampau cerah, seperti pada musim panas, dianggap sebagai musim tanpa harapan bagi orang-orang yang mengalami depresi.

2.   Cuaca Lembab

Cuaca lembab cenderung memiliki dampak buruk terhadap emosi seseorang. Cuaca lembab membuat tubuh serta pikiran menjadi lemas dan menghalangi kegiatan untuk melakukan apapun. Cuaca lembab juga dapat mempengaruhi konsentrasi dan membuat seseorang lebih mudah mengantuk.

3.   Cuaca Dingin

Saat cuaca dingin sinar matahari lebih sedikit dan suhu menurun drastis. Akibatnya, kadar serotonin juga akan menurun. Bahkan produksi serotonin di musim dingin hanya setengah dari musim panas. Saat serotonin menurun, maka suasana hati juga akan menurun, lebih banyak murung, bersedih, tau anak zaman sekarang menyebutnya dengan galau.

 

Suasana Hati Musim Hujan

(Sumber: merdeka.com)

Musim hujan identik dengan cuaca yang lembab dan dingin. Keduanya dapat menciptakan mood yang berbeda. Musim hujan yang kerap diasosiasikan dengan suasana hati murung, sedih, atau galau terjadi karena kadar serotonin di tubuh yang menurun akibat menurunnya paparan sinar matahari. Cuaca lembab juga sudah dijelaskan dapat membuat tubuh serta pikiran menjadi lemas dan menghalangi kegiatan untuk melakukan apapun.

Secara umum, musim hujan membuat tubuh lebih mudah mengantuk. Penjelasan ilmiahnya adalah karena hujan memicu tubuh untuk memproduksi melatonin, yaitu hormon yang berperan dalam mengatur siklus tidur. Peningkatan hormon melatonin dalam tubuh inilah yang meningkatkan rasa kantuk dan keinginan untuk tidur.

Gimana? Apakah kamu juga mulai merasakan perubahan suasana hati di pembukaan musim hujan kali ini? Perubahan suasana hati adalah hal yang biasa bila masih dalam batas wajar. Namun bila perubahan mood mempengaruhi kehidupan sosial, ada baiknya untuk kamu segera memeriksakan diri ke profesional, sebab bisa jadi perubahan mood yang terlalu ekstrim merupakan tanda adanya gangguan psikologis seperti SAD.

Nah, karena musim hujan sudah tiba, yuk mulai cari cara untuk mengatasi mood yang naik turun!

 

 

Sumber:

Febriansyah. 6 April 2020. Studi: Paparan Sinar Matahari Bisa Memperbaiki Suasana Hati. https://tirto.id/studi-paparan-sinar-matahari-bisa-memperbaiki-suasana-hati-eLjt (Diakses pada 20 Otober 2020 pukul 16.29)

Halodoc. 13 April 2018. Cuaca Pengaruhi Mood, Kok Bisa? https://www.halodoc.com/artikel/cuaca-pengaruhi-mood-kok-bisa- (Diakses pada 20 Oktober 2020 pukul 13.28)

Shabrina, Andisa. 12 Januari 2018. Kondisi Cuaca Menentukan Mood Anda Sepanjang Hari. https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/cuaca-memengaruhi-suasana-hati/#gref (Diakses pada 20 Oktober 2020 pukul 13.08)