TIM KAMI

Tim trainer dan fasilitator Werkudara Institute merupakan tim yang profesional di bidangnya. Didukung dengan latar belakang di bidang manajemen, psikologi, dan pendidikan, tim trainer dan konsultan Werkudara Institute selalu berusaha menciptakan berbagai program pemberdayaan masyarakat, pendidikan dan pelatihan, maupun penelitian. Kami selalu bekerja dengan berdasar pada DNA Werkudara, yaitu Humility, Excellence, dan Integrity karena kami berkomitmen penuh untuk bisa membantu dan melayani klien kami dengan sebaik mungkin.

DNA Werkudara Institute

Humility

Humility atau kerendahan hati adalah semangat kami untuk mau terus belajar dan mengembangkan diri.
Kami menyadari bahwa di atas langit masih ada langit yang lebih tinggi sehingga kami harus senantiasa belajar dan mengembangkan kemampuan.
Ilmu itu sangat luas
sehingga kami berkomitmen untuk menjadi lifelong learner.

Excellence

Excellence atau keunggulan adalah komiten kami untuk selalu memberikan kinerja yang terbaik untuk setiap program atau proyek dari klien yang kami kerjakan.
Kami percaya bahwa dengan menolong orang lain sepenuh hati, kami juga akan tertolong untuk bisa terus berkembang dan semakin dapat menyebarkan dampak positif kepada banyak orang.

Integrity

Integrity atau integritas dalam bekerja menuntut kami untuk selalu menepati apa yang kami katakan dan lakukan dalam menjalankan tanggung jawab kami di Werkudara Institute dan mempertanggungjawabkan pekerjaan kami kepada klien, atasan, dan Tuhan.
Nilai ini mengajarkan kami untuk berani jujur kepada diri sendiri dan orang lain.

Werkudara Institute Management

Fransiscus Ian Soerja Prasetyo atau yang lebih akrab dipanggil dengan panggilan Ian merupakan Founder dan Chief Executive Officer (CEO) di Werkudara Institute. Mas Ian lahir di Surakarta pada tanggal 16 Mei 1994. Sudah banyak pelatihan dan penelitian serta pemberdayaan komunitas yang ditangani oleh Mas Ian selama di Werkudara Institute. Fokus utama karyanya adalah di bidang pendidikan, industri/organisasi, dan sosial kemasyarakatan.

Untuk menghubunginya, silahkan bisa datang ke kantor Werkudara Institute di Jalan Sumbing Raya No. 2 RT/RW 001/010 Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah pada jam kerja. Anda juga bisa menghubunginya melalui telepon (0271) 852427 dan email fransiscus.ian@werkudarains.org.

Setelah menamatkan studi formalnya di SMA Pangudi Luhur Van Lith, Mas Ian melanjutkan studinya ke Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada tahun 2012 dan lulus pada tahun 2016 (S.Psi.) dengan predikat Lulusan Terbaik. Sekarang Mas Ian sedang melanjutkan pendidikannya di Magister Manajemen (Master of Business Administration – MBA) UGM dengan konsentrasi Human Resource and Organization dengan Beasiswa Pendidikan Indonesia LPDP Republik Indonesia.

Selain mengenyam pendidikan formal di kampus, Mas Ian juga pernah mengikuti berbagai pelatihan, workshop, dan seminar. Beberapa pelatihan, workshop, dan seminar tersebut adalah How to Make Your City Worth Living?, Solution-Focused Coaching, Training for Trainers, How to Lead and Be Impactful Leader?, Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar dan Menengah, Behavioral Event Interview, Problem Solving & Decision Making, Success Skills, Spirituality Improvement, Make a Good Impression, Self-Presentation Improvement, Revolusi Politik Berantas Korupsi Sistemik, Eksklusi Sosial, Parenting with Leadership, dan masih banyak lagi.

Mas Ian pernah bekerja di beberapa tempat sebelum akhirnya fokus mengembangkan Werkudara Institute. Mas Ian pernah mengikuti program internship sebagai staff HRD dan penelitian organisasi di PT. Konimex Pharmaceutical Laboratories. Setelah itu, Mas Ian juga pernah bekerja sebagai Recruitment & Employer Branding Officer di Kompas Gramedia Group of Manufacture. Mas Ian juga terlibat sebagai International Researcher Assistant di IRDH Research. Mas Ian juga sampai sekarang menjadi Program Development & Implementation Manager di Relawan Indonesia Jaya. Lebih jauh lagi, Mas Ian juga masih aktif sebagai Translator di TED Conferences.

Sekarang, Mas Ian aktif menjadi konsultan bisnis dan manajemen di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Magatama Desa Pendem, Kabupaten Karanganyar serta konsultan manajemen sumber daya manusia dan organisasi di Honda Bintang Group, PT. Rapigra Jakarta, PT. Superplast Adiperkasa Indonesia, dan CV. Pradipta Paramita.

Selain aktif di bidang pelatihan, Mas Ian juga aktif dalam beberapa kegiatan penelitian psikologi sosial dan pendidikan. Beberapa hasil penelitian dan tulisannya telah dipublikasikan. Di antaranya adalah Bystander Effect: Ketika Diam Menjadi Jawaban (2014), Kebermaknaan Hidup pada Penyandang Disabilitas Fisik yang Berwirausaha di Yogyakarta (2014), Dinamika Motivasi pada Pekerja Seks Komersial Lokal di Desa Mojo Tengah, Pati, Jawa Tengah (2015), Sebuah Review Psikologi: Pola dan Akar Korupsi (2015), Hubungan antara Quality of Work Life dengan Job Involvement pada Karyawan PT. Konimex Pharmaceutical Laboratories (2016), Post-Traumatic Growth in Persons with Physical Disabilities Who Become Entrepreneurs in Indonesia (2017), dll.

Berkat karyanya tersebut, Mas Ian kerap diberi kepercayaan menjadi menjadi delegasi di beberapa konferensi internasional, seperti ASEAN Youth Initiative Conference, Asia Youth International Model United Nations, The World Conference on Creative Economy (WCCE), dan International Business Integrity Conference (IBIC).

Co-Founders

Abraham Sabda Respati

Mas Sabda adalah fasilitator Werkudara Institute yang banyak mendalami bidang pendidikan.

Reyhan Ghazi Wijaya

Mas Reyhan adalah fasilitator Werkudara Institute yang banyak mendalami bidang marketing, keuangan, dan investasi.

Aditya Noeleka Widyantoro

Mas Noel, begitu sapaan akrabnya, adalah fasilitator Werkudara Institute yang banyak mendalami bidang kesehatan mental.

Hilarino Fendi Pramasatya

Mas Fendi adalah fasilitator Werkudara Institute yang banyak mendalami bidang industri dan organisasi. 

Officers

Dutha Adhi Nugroho

Mas Dutha adalah staf Werkudara Institute yang bertanggung jawab sebagai Project Supervisor.

Klara Putri Prayudini

Mbak Lala adalah staf Werkudara Institute yang bertanggung jawab sebagai Social Media Specialist.