Penulis : Sesilia Sophia Kadita

Tahukah kamu kalau Indonesia sudah diangkat statusnya menjadi negara maju? Pada 10 Februari 2020, Amerika Serikat (AS) melalui Kantor Perwakilan Perdagangan (USTR) menghapus Indonesia dalam daftar negara berkembang di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Menurut AS, Indonesia layak menjadi negara maju karena telah mencapai lebih dari 0,5% perdagangan global dan merupakan anggota dari kelompok G-20. Sebenarnya, apakah Indonesia sudah benar-benar layak menyandang status sebagai negara maju? Yuk lihat faktanya!

Indonesia Negara Berkembang atau Negara Maju?

Cara paling umum untuk menentukan suatu negara berkembang atau maju adalah dari status ekonomi dengan menghitung pendapatan per kapita. World Bank atau Bank Dunia mengklasifikasikan status eknomi negara dengan menghitung gross national income (GNI) menjadi negara berpendapatan rendah, menengah ke bawah, menengah ke atas, dan tinggi.

Todaro dan Smith (2014) menyebutkan bahwa negara berkembang adalah negara berpendapatan rendah, menengah ke bawah, dan menengah ke atas. Indonesia sendiri berdasarkan data terakhir Bank Dunia masuk ke dalam negara berpendapatan menegah ke atas dengan nilai GNI $4.050. Nah, berarti Indonesia dalam kasus ini masih termasuk sebagai negara berkembang.

GNI Indonesia menurut Bank Dunia

Sumber: https://datatopics.worldbank.org/ untuk Data 1 Juli 2020

Selain Bank Dunia, PBB juga mengklasifikasi negara melalui data statistik Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perdagangan dan Pembangunan (UNCTADstat). Dalam laporannya terakhir pada 28 Mei 2020, Indonesia pun masih masuk dalam kelompok negara berkembang.

Indikator Negara Maju

Ekonomi memang menjadi salah satu indikator penting dan pasti yang dapat dihitung mengenai kondisi suatu negara. Tetapi, klasifikasi negara-negara di dunia menjadi negara maju dan negara berkembang didasarkan atas beberapa indikator. Ada pun indikator negara maju dapat dilihat dari:

  1. Pendapatan Nasional Per Kapita

Pendapatan per kapita adalah pendapatan nasional dibagi dengan jumlah penduduk.  IMF memproyeksikan produk domestik bruto (PDB) per kapita Indonesia pada 2020 sebesar US$4.460 yang berbanding jauh dengan negara maju yaitu US$49.670.

  1. Mata Pencaharian

Pada negara maju, sektor ekonomi yang berkembang adalah sektor industri dan jasa. Sedangkan negara berkembang masih mengandalkan sektor pertanian alias produksi bahan makanan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Februari 2020 sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi lapangan pekerja utama dengan presentase 29, 04%.

  1. Produk Ekspor

Karena mata pencaharian utama di negara maju adalah industri dan jasa, maka eskpor yang dilakukan pun juga hasil industri dan jasa. Hal ini berbeda dengan Indonesia yang melakukan ekspor besar terhadap bahan mentah seperti karet, rotan, dan biji kopi. Padahal bila bahan mentah ini diolah terlebih dahulu baru dilakukan ekspor, maka nilai jual pun akan meningkat dan pendapatan nasional juga akan bertambah.

  1. Tingkat Pendidikan

Bukan suatu rahasia bahwa pendidikan adalah salah satu jalan untuk memajukan suatu negara. negara-negara maju memiliki sistem pendidikan yang baik dan tingkat partisipasinya pun tinggi. Berdasarkan data BPS 2019, partisipasi pendidikan dari jenjang SD hingga perguruan tinggi terus menurun pesat. Dari seluruh pemuda usia 19-24 tahun, hanya 25,13% saja yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

  1. Kualitas Sumber Daya Manusia

Kualitas pendidikan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia. Negara maju memililiki banyak tenaga kerja profesional. Sedangkan di Indonesia menurut data dari BPS pekerja dengan status tenaga profesional hanya pada angka 7,74% dibandingkan tenaga produksi sebesar 29,36%.

  1. Teknologi, Transportasi, dan Komunikasi

Belakangan pemerintah memang menggalakkan pembangunan infrastruktur, salah satunya pembangunan Trans Papua sebagai upaya perataan distribusi. Namun apakah artinya pembangunan di Indonesia sudah merata? Tentu belum. Contohnya, pada saat pandemi COVID-19 ini proses belajar dengan jarak jauh memperlihatkan masih banyaknya wilayah yang belum memiliki akses internet.

Indonesia bila dilihat dari pertisipasi ekspornya di dunia memang bisa disebut sebagai negara maju dan kita pun boleh berbangga karenanya. Tetapi, suatu negara tidak akan maju bila masyarakatnya masih hidup dalam kekurangan, bukan? Bila dilihat dari indikator di atas, Indonesia belum bisa disebut sebagai negara maju seutuhnya. Pemerintah masih perlu melakukan perbaikan di sana-sini dan meratakan pembangunan sebelum Indonesia benar-benar siap disebut sebagai negara maju.

Apa yang Bisa Kita Lakukan untuk Indonesia Maju Seutuhnya?

Memang pemerintah berkewajiban penuh terhadap negara, tetapi kita sebagai warga negara juga tidak bisa lepas tangan atas apa yang akan terjadi ke depannya. Jangan hanya menuntut hasil pada pemerintah. Jangan pula terus menerus mengkritik kinerja pemerintah tanpa solusi pasti. Setiap manusia dibekali akal budi dan hati nurani untuk mampu berkontribusi.

Kira-kira apa saja sih yang bisa kita lakukan untuk membantu Indonesia maju seutuhnya? Tidak harus dalam skala besar, kalau kita punya niat pasti ada jalan.

  1. Meningkatkan SDM

Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai menjadi salah satu penunjang negara maju, tetapi bagaimana cara memajukan SDM Indonesia? Cara paling mudah adalah dengan kita meningkatkan sumber daya diri sendiri. Kita bisa mulai dengan banyak membaca, belajar hal-hal baru, ikut organisasi dan kompetesi, atau selama masih mampu kita tidak berhenti menyenyam pendidikan setingginya.

  1. Meningkatkan Penggunaan Teknologi

Berkembangnya teknologi banyak menciptakan pribadi yang kecanduan gawai. Dari pada manfaat teknologi ini berdampak candu secara negatif, kita bisa mengubahnya menjadi hal yang positif. Perkembangan teknologi bisa kita manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu dengan berbisnis secara online dan melakukan pembayaran dengan e-money. Negara maju memiliki banyak perusahaan startup dengan gelar Unicorn, sedangkan di Indonesia baru memiliki lima perusahaan dengan nilai valuasi di atas 1 miliar dollar AS.

  1. Meningkatkan Minat Baca

Pepatah populer mengatakan, buku adalah jendela dunia. Semakin banyak membaca, semakin banyak pula pengetahuan yang dimiliki dan mendukung kompetensi. Mungkin kamu berpikir, bagaimana meningkatkan minat baca bangsa Indonesia yang luas ini? Cara sederhana yang bisa kamu lakukan adalah membagikan buku bekas ke panti sosial atau gerakan amal. Selama kamu sekolah pasti banyak buku menumpuk yang tidak terpakai, kan?

  1. Ekspor > Impor

Kegiatan ekspor suatu negara yang tinggi bila dibandingkan impor akan meningkatkan pendapatan nasional. Bukan berarti bahwa kita harus melakukan kegiatan ekspor sendiri. Cara paling sederhana adalah dengan membeli produk asli Indonesia. Dengan membeli produk dalam negeri, maka masuknya produk luar akan berkurang dan jumlah impor pun akan menurun.


Terlepas dari status Indonesia yang sudah menjadi negara maju menurut AS, kita tidak bisa menutup mata akan tertinggalnya Indonesia dari negara lain. Sebagai warga negara, kita juga bertanggung jawab untuk memajukan bangsa. Ayo sama-sama berkontribusi untuk Indonesia sebagai negara maju seutuhnya!

Referensi:

Badan Pusat Statitik. 2019. Potret Pendidikan Indonesia: Statistik Pendidikan Indonesia 2019. Katalog BPS: 4301008.

Badan Pusat Statistik. 2020. Indikator Tenaga Kerja Indonesia Februari 2020. Katalog BPS: 2302004

Institute for Development of Economic and Finance. Press Conference INDEF: Kaprah Status Negara Maju! 27 Februari 2020. https://indef.or.id/update/detail/press-conference-indef-salah-kaprah-status-negara-maju diakses pada 11 Agustus 2020 10.52

Kinteki, Retno. 2016. Modul Pelatihan Guru: Mata Pelajaran Geogafis Sekolah Menengah Atas (SMA). Jakarta: Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Rahma, Atika. Produktivitas Pekerja Indonesia di Asia Urutan Berapa?. Liputan6.com. 30 Oktober 2019. https://www.liputan6.com/bisnis/read/4099018/produktivitas-pekerja-indonesia-di-asia-urutan-berapa#:~:text=Dalam%20perhitungan%20tingkat%20produktivitas%20tiap,(asumsi%20kurs%20Rp%2014.027). diakses pada 11 Agustus 2020 17.00

Todaro, Michael P. And Smith, Stephen C. 2014. Economic Development (12th Edition). Amerika Serikat: Pearson.

United Nations Conference on Trade and Develipment. Country Classification. https://unctadstat.unctad.org/en/classifications.html diakses pada 11 Agustus 2020 15.06

World Bank. Classifying Countries by Income. https://datatopics.worldbank.org/world-development-indicators/stories/the-classification-of-countries-by-income.html diakses pada 10 Agustus 21.22

World Bank. Country and Lending Group: Country Classificationhttps://datahelpdesk.worldbank.org/knowledgebase/articles/906519 diakses pada 10 Agustus 2020 20.08

World Bank. GNI per capita, Atlas Method.  https://data.worldbank.org/indicator/NY.GNP.PCAP.CD diakses pada 10 Agustus 2020 20.45