Penulis: Diavena Alusia Tamba

Di era globalisasi, pola hidup masyarakat dapat mengalami perubahan dari tradisional menjadi lebih modern. Hal tersebut membuat masyarakat cenderung untuk memilih kebudayaan baru yang dinilai lebih praktis dibandingkan dengan budaya lokal. Memangnya apa itu budaya? Apakah budaya itu penting? Mengapa budaya penting bagi bangsa Indonesia? Bagaimana cara melestarikan budaya? Simak ulasan berikut ini untuk menambah wawasan Anda.

Definisi Kebudayaan

Kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu “buddhayah” yang merupakan bentuk jamak dari konsep “budhi” dan “dhaya” (akal). Konsep ini pertama kali diterapkan oleh Ki Hajar Dewantara sebagai salah satu tokoh pemikir dalam bidang kebudayaan dan pendidikan di Indonesia. Konsep ini digunakan untuk membangun budaya asli dari bangsa Indonesia. Selain itu, budaya dalam bahasa inggris diterjemahkan menjadi culture dan dalam bahasa belanda diterjemahkan menjadi cultuur.

Ada begitu banyak definisi dari kebudayaan, namun terlepas dari berbagai definisi tersebut kebudayaan pada hakekatnya memiliki jiwa yang hidup dan mengalir pada diri manusia dalam kehidupan sehari-harinya. Kebudayaan terus terbentuk dari satu individu ke individu lainnya, dari satu tempat ke tempat lain, dari satu masa ke masa lain tanpa disadari oleh manusia.

Koentjaraningrat (1979) seperti dikutip oleh Irhandayaningsih (2018), menyatakan bahwa kebudayaan akan selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu dimana manusia yang hidup dan memiliki kebudayaan tersebut harus terus mengenal dan memelihara kebudayaan tersebut sehingga ketika sebuah perubahan terjadi maka karakter asli dari kebudayaan tersebut tidak akan hilang begitu saja.

Kebudayaan Indonesia

Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki beragam budaya lokal yang berada di setiap daerah dan diakui sebagai kebudayaan nasional. Menurut Ki Hajar Dewantara, kebudayaan nasional merupakan “puncak dari kebudayaan tiap-tiap daerah”. Kebudayaan tersebut terdiri dari kuliner, fashion, kesenian, bangunan, dan semua itu merupakan aset penting bangsa Indonesia yang perlu dilestarikan agar eksistensi budaya tersebut tidak terkikis oleh arus globalisasi.

Sumber: https://anakjajan.com

Kebudayaan dan manusia dapat diibaratkan sebagai dua sisi mata uang yang mana satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan. Hal itu yang dapat menjadikan Indonesia lebih unggul dibandingkan dengan negara lain. Keberagaman budaya di tiap daerah dan melekatnya budaya tersebut pada diri masyarakat Indonesia membuat Indonesia terlihat lebih unik sehingga seringkali menarik minat wisatawan asing untuk berkunjung ke Indonesia.

Sayangnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk melestarikan budaya lokal dapat dikatakan masih sangat minim. Masyarakat cenderung mengadopsi budaya asing yang lebih mengikuti perkembangan zaman, padahal ada banyak sekali karakter pada budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut negara Indonesia.

Budaya lokal sendiri sebenarnya dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini selagi kita tidak meninggalkan ciri khas atau nilai dari budaya tersebut. Kurangnya pembelajaran akan suatu budaya menjadi salah satu penyebab memudarnya budaya lokal. Padahal dengan mempelajari budaya, kita dapat mengetahui betapa pentingnya budaya dalam membangun budaya bangsa dan menjaga nilai-nilai yang menopang bangsa.

Melestarikan Budaya

Lalu apa yang dapat kita dilakukan agar budaya tidak pudar? Kita dapat memelihara dan melestarikan budaya lokal tersebut. Widjaja (1986) dikutip oleh Nahak (2019), menyatakan bahwa pelestarian dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan secara terus menerus, terarah, dan terpadu yang berguna untuk mewujudkan tujuan tertentu yang mencerminkan adanya sesuatu yang tetap dan abadi, bersifat dinamis, luwes, dan selektif.

Jadi, apa saja cara yang dapat kita dilakukan guna menjaga dan melestarikan budaya Indonesia? Menurut Sendjaja (1994) seperti yang dikutip oleh Nahak (2019), terdapat dua cara yang dapat dilakukan oleh generasi muda dalam mendukung kelestarian budaya dan ikut serta dalam menjaga budaya lokal, yaitu:

  1. Culture Experience

Pelestarian budaya dapat dilakukan oleh masyarakat dengan terjun langsung untuk merasakan bagaimana pengalaman kultural. Salah satu contohnya, yaitu dengan ikut belajar tarian daerah dan tampil pada pentas seni tahunan dalam acara tertentu.

  1. Culture Knowledge

Melestarikan budaya dapat dilakukan dengan membuat suatu pusat informasi kebudayaan tiap daerah sehingga masyarakat lebih mudah untuk menemukan informasi terkait suatu kebudayaan di daerah tertentu. Tujuannya adalah sebagai edukasi dan pengembangan kebudayaan dan potensi pariwisata di suatu daerah.

Selain masyarakat sendiri, pemerintah juga memiliki peran penting dalam upaya pelestarian kebudayaan di Indonesia. Perlunya implementasi kebijakan-kebijakan yang mengarah pada upaya pelestarian kebudayaan Indonesia. Salah satu contoh kebijakan yang dapat didukung adalah penampilan kebudayaan lokal pada acara-acara nasional. Pemerintah juga dapat memusatkan perhatian pada pendidikan muatan lokal kebudayaan daerah.

Sumber: https://indonesia.go.id

Menurut Yunus (2014) seperti yang dikutip oleh Nahak (2019), masih ada beberapa cara lain untuk melestarikan budaya lokal, yaitu:

  1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam memajukan budaya lokal.
  2. Mendorong masyarakat untuk memaksimalkan potensi budaya lokal beserta pemberdayaan dan pelestariannya.
  3. Berusaha menghidupkan kembali semangat toleransi, kekeluargaan, keramahtamahan dan solidaritas yang tinggi.
  4. Selalu mempertahankan budaya Indonesia agar tidak punah. Mengusahakan agar masyarakat mampu mengelola keanekaragaman budaya lokal.

Budaya lokal merupakan aset penting bagi bangsa Indonesia sehingga perlu mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat dan pemerintah. Salah satu bentuk perhatian tersebut adalah dengan menjaga dan melestarikannya. Hal tersebut dikarenakan budaya tidak hanya berfungsi sebagai warisan turun temurun dari nenek moyang tetapi juga berfungsi sebagai identitas bangsa dan pedoman nilai-nilai dalam masyarakat.

Nah, maka dari itu kita perlu menumbuhkan emosi dan rasa kepemilikan yang kuat terhadap suatu budaya sehingga kita pun lebih termotivasi dan bertanggung jawab untuk memelihara dan melestarikan budaya Indonesia.

Referensi:

Irhandayaningsih, A. (2018). Pelestarian kesenian tradisional sebagai upaya dalam menumbuhkan kecintaan budaya lokal di masyarakat Jurang Blimbing Tembalang. Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi2(1), 19-27.

Nahak, H. M. (2019). Upaya Melestarikan Budaya Indonesia Di Era Globalisasi. Jurnal Sosiologi Nusantara5(1), 65-76.