Penulis : Diavena Alusia Tamba

Apakah Sahabat Werkudara suka membaca buku? Jenis buku atau genre buku seperti apa yang kalian sukai? Berdasarkan hasil riset Picodi.com yang merupakan platform e-commerce global menunjukkan bahwa dari jenis tulisan, buku fiksi adalah yang paling banyak diminati di Indonesia. Jumlah responden yang memilih jenis buku ini mencapai 75 persen. Angka yang jauh lebih tinggi dari non-fiksi (41 persen), bisnis (33 persen), sains popular (31 persen), literatur hobi (24 persen), dan literatur sains serta buku teks (22 persen).

Untuk buku fiksi masih bisa diuraikan lagi genre-nya. Thriller berada di urutan teratas dengan 33 persen, disusul sci-fi dan fantasi (31 persen), sejarah (29 persen), romansa (25 persen), petualangan (22 persen), klasik (18 persen), komik (18 persen), criminal (14 persen), modern (13 persen), dan puisi (12 persen).

Mengapa orang Indonesia membeli buku? Hampir sebagian membeli karena mereka suka membaca (49%). Lebih dari seperempat (27%) membeli buku untuk belajar atau bekerja dan hanya 8% yang membeli sebagai hadiah. Sekitar 16% responden menyatakan bahwa membeli buku merupakan metode pelepas stress bagi mereka.

Maka dari itu, kali ini kami menyajikan list buku bacaan yang sedang digemari oleh kalangan anak muda saat ini untuk mengisi waktu luang atau melepas stress bagi Sahabat Werkudara. Tidak hanya menyajikan kisah percintaan, buku-buku ini juga menyajikan kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga kita bisa mengambil makna dari setiap kisah.

Hujan

Sumber: Goodreads.com

Novel Hujan merupakan novel karya Tere Liye yang terbit pada tahun 2016. Dalam novel ini diceritakan seorang pria jenius yang bertemu dengan seorang wanita biasa saat terjadi peristiwa alam berupa gunung meletus. Ketika membaca novel ini, kita diminta untuk ikut merasakan bagaimana kita harus tegar ketika ditimpa masalah, terus melangkah walau masalah begitu berat, dan bagaimana rasanya rindu setelah sekian lama tidak bertemu.

Tidak hanya soal cinta, tetapi juga bagaimana persahabatan terjalin antara tokoh utama dengan sahabat sejatinya. Ada banyak makna kehidupan yang dapat kita ambil dari novel ini, beberapa diantaranya tentang kegigihan dalam memperjuangkan sesuatu, tentang menerima sesuatu dengan lapang dada, dan tentang kenangan pahit manisnya hidup.

Novel ini sendiri memiliki alur cerita maju-mundur dan jalan cerita yang tidak dapat ditebak atau plot-twist yang diluar dugaan pembaca. Walaupun alur yang maju-mundur tetapi urutan kejadian dalam novel ditulis dengan rapi sehingga semakin menambah rasa penasaran pembaca. Bahasa yang digunakan pun sederhana sehingga pembaca mudah memahami pesan yang hendak disampaikan oleh Tere Liye.

The Alchemist

Sumber: Goodreads.com

The Alchemist atau Sang Alkemis merupakan novel karya Paulo Coelho yang terbit di Brasil pada tahun 1988. Novel ini telah diterjemahkan dalam 56 bahasa. Sang Alkemis berkisah tentang anak gembala bernama Santiago yang berkelana dari rumahnya di Spanyol ke padang pasir di wilayah Mesir untuk mencari harta karun terpendam di Piramida. Sebuah perjalanan yang semula bertujuan untuk menemukan harta duniawi berubah menjadi penemuan harta di dalam diri.

Sang Alkemis menceritakan kegemparan petualangan hidup dimana segala keputusan yang telah direncanakan dan prinsip hidup seseorang dipertanyakan. Coelho ingin menunjukkan bahwa seseorang tidak perlu mendapat hal mewah di dunia untuk menjadi orang yang berhasil, tetapi bagaimana seseorang melakukan sesuatu dengan sepenuh hati agar mencapai hasil akhir yang baik.

The Alchemist adalah novel yang menarik dengan kisah sederhana yang indah yang penuh dengan pesan kebijaksanaan, rasa optimisme yang meledak-ledak, keberanian, kegigihan, cinta dan spiritual sehingga membuat buku ini menjadi salah satu buku yang paling laris atau International Best Seller dan menginspirasi banyak orang dalam mewujudkan takdir atau mimpi mereka. Jadi, buku ini sangat recommended untuk kamu baca.

Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Sumber: Cinemags.co.id

Buku NKCTHI merupakan buku karya Marchella FP yang diterbitkan pada tahun 2018. Buku ini menceritakan tentang keluarga yang memiliki konflik yang tidak pernah diungkapkan sebelumnya sehingga tiba waktunya ketika konflik tersebut terungkap dan merusak keharmonisan yang telah terbangun di keluarga tersebut.

Dalam buku ini ada banyak sekali nasihat yang disampaikan oleh Marchella dengan posisi sebagai seorang ibu yang telah merasakan pahit manisnya kehidupan. Buku ini dapat dijadikan sebagai motivasi diri bagi orang-orang yang sedang mencari jati diri, sekedar menjawab keraguan hidup, atau mencari pelarian dari rasa sedih dan gagal.

Buku karya Marchella ini juga sudah ditayangkan di layar lebar pada Januari 2020. Diadaptasi dengan judul yang sama, film tersebut meraih prestasi yang cukup membanggakan, yaitu film Indonesia pertama di tahun 2020 yang mendapatkan 2 juta lebih penonton. Hal tersebut tidak mengherankan mengingat penjualan buku NKCTHI sendiri cukup laris. Maka dari itu, kamu tidak akan menyesal membaca buku dan menonton filmnya.

Cantik Itu Luka

Sumber: Goodreads.com

Novel Cantik Itu Luka merupakan karya pertama Eka Kurniawan dan diterbitkan pada tahun 2002. Novel ini menceritakan tentang kehidupan Dewi Ayu, seorang pelacur dengan paras yang cantik di Halimunda pada masa Kolonial Belanda. Cantik Itu Luka diceritakan dengan alur maju-mundur, menggunakan sudut pandang orang ketiga, dan gaya penulisan yang khas dari Eka Kurniawan. Selain itu, bahasa yang digunakan antar tokoh dalam novel ini sedikit kasar dan vulgar ala zaman kolonial Belanda dimana perempuan dianggap rendah oleh penjajah.

Eka mengajak pembaca untuk menyimak setiap petualangan, konflik, dan dilema yang dihadapi setiap tokoh. Novel ini cocok untuk orang-orang yang ingin menikmati kisah ala zaman kolonial dan mendamba cerita yang tidak mudah ditebak. Walaupun buku ini sudah pernah diterbitkan belasan tahun silam, tetapi buku ini kembali diterbitkan akibat banyaknya orang yang mengincar buku yang sempat jadi bestseller ini.

Eka dinilai berhasil mengangkat budaya Indonesia lewat penceritaan kembali kisah dan mitologi lokal yang selama ini mulai terabaikan. Ia menggunakan kekuatan sastra dan literatur sebagai penyampai topik-topik krusial, terutama dalam masa-masa ketika kebebasan berpendapat banyak dibungkam. Hal inilah yang membuat buku ini kembali menjadi incaran banyak orang dan masuk dalam salah satu list buku bacaan yang wajib dibaca kaum milenial.

The Little Prince

Sumber: Amazon.co.uk

The Little Prince merupakan dongeng anak karya Antoine De Saint-Exupery yang diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1943 dalam bahasa Inggris dan Perancis. Setelahnya buku ini diterjemahkan ke berbagai bahasa di seluruh dunia. Dikisahkan bahwa pangeran cilik ini melakukan perjalanan ke belahan planet lain untuk berpetualang dan menemukan banyak hal yang berbeda dari planet tempat hidupnya. Ia bertemu dengan orang yang hidup di planet-planet itu memiliki sifat dan sikap yang berbeda seperti raja yang memiliki kekuasaan, seorang pedagang bintang yang kaya, seorang pekerja yang menyalakan lentera, seorang yang sombong, seorang penjelajah hingga akhirnya ia menemukan bumi.

Karakter dalam cerita yang terjadi pada perjalanan pangeran cilik ini menggambarkan bagaimana dilema orang dewasa yang memiliki kekuasaan, kekayaan, pekerjaan yang dinamis, hingga kesombongan yang bisa saja ada dalam diri karena kelebihan yang dimilikinya. Berbeda dengan pangeran cilik yang polos dan mellihat semua hal dari sisi yang sederhana seperti seorang anak-anak.

Buku ini sendiri dapat dibaca oleh anak-anak maupun orang dewasa tergantung dari bagaimana cara pandang kita terhadap isi dari buku tersebut. Antoine pada awalnya juga mengatakan bahwa buku ini ditujukan kepada anak-anak karena saat itu beliau menggunakan bahasa Perancis yang polos seperti yang digunakan oleh anak-anak tetapi ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, ternyata pesan yang tersirat dalam cerita tersebut malah tertuju pada orang dewasa.

Laut Bercerita

Sumber: Goodreads.com

Bila kalian bosan membaca novel yang berbau percintaan saja atau hanya fiktif belaka, novel Laut Bercerita ini bisa dijadikan pilihan yang tepat. Laut Bercerita mengajak kita untuk menyelami masa-masa era reformasi pada tahun 1998. Masa yang penuh kepahitan bagi para pembela rakyat. Masa yang begitu kelam, masa yang begitu pahit. Jika ditegaskan oleh Leila S. Chudori bahwa novel ini hanyalah fiktif namun penulis menulis berdasarkan fakta yang ada, bahkan sebelum menulis dia melakukan reset atau wawancara terhadap korban dan kerabat korban secara langsung.

Novel ini mengisahkan sosok Laut, seorang mahasiswa aktivis bersama teman-teman aktivisnya yang berusaha membela rakyat dari keotoriteran pemerintah kala itu. Tentu bukan menjadi hal mudah bagi mereka. Mereka harus bergerak secara sembunyi-sembunyi, hidup sebagai buronan pemerintah dan hidup berpindah-pindah hingga yang paling buruk, penghilangan secara paksa.

Tidak hanya itu, novel ini juga menceritakan bagaimana perasaan keluarga, kerabat hingga kekasih yang kehilangan dan mereka yang menunggu tanpa ada kepastian. Bahkan bukan untuk waktu yang singkat, namun sampai bertahun-tahun mereka belum sanggup menerima kenyataan yang ada bahwa anak, kekasih, kakak dan kerabat mereka menghilang tanpa jejak.

Selain kisahnya yang menarik, ilustrasi yang ditampilkan pada cover buku ini tampak menarik mata. Bagaimana di bagian atasnya digambarkan laut yang terang beserta isinya sedangkan di bagian bawah digambarkan sepasang kaki yang dipasung untuk menunjukkan adanya penyekapan yang terjadi pada para aktivis di sudut suatu tempat yang gelap dan diibaratkan sebagai bagian laut dalam yang gelap. Jika kamu tipikal mahasiswa aktivis atau kamu penasaran dengan apa yang terjadi para aktivis di masa lalu, kamu bisa banget membaca buku ini.

The Book of Forbidden Feelings

Sumber: Goodreads.com

Buku karya Lala Bohang ini berisi puisi dan prosa berbahasa Inggris yang hampir seluruh isinya membicarakan sisi gelap yang dimiliki seseorang. Potongan-potongan puisi dan kata-kata dalam buku ini memiliki makna yang dalam dan mengurai luka. Ada soal patah hati, kesendirian, kesepian, hingga soal berdialog dengan diri sendiri. Buku The Book of Forbidden Feelings ini seperti cermin yang merefleksikan perasaan tergelap dan terdalam manusia, khususnya wanita. Perasaan-perasaan yang selama ini sering kita sembunyikan atau takut diketahui orang pada dasarnya adalah hal yang manusiawi.

Sebenarnya masih banyak lagi buku-buku yang bagus dan seru untuk dibaca tergantung genre apa yang kamu sukai. Jika kamu penggemar cerita misteri dan suka diajak berpikir oleh penulis cerita, maka kamu bisa mencoba untuk membaca buku-buku karya Dan Brown, Sir Arthur Conan Doyle atau Agatha Christie. Jika kamu penggemar kisah yang mengangkat tema kehidupan atau percintaan, kamu bisa mencoba membaca buku-buku karya Tere Liye, Andrea Hirata, Fiersa Besari atau penulis novel Indonesia lainnya.

Selain buku bacaan yang telah disebutkan di atas, kamu juga bisa meminta teman kamu untuk merekomendasikan buku-buku bagus lainnya. Jadi daripada kamu bosan dan bingung melakukan apa selama di rumah, kamu bisa menghabiskan waktu di rumah dengan membaca buku. Kamu boleh kok membaca cerita yang sederhana, seperti cerita anak-anak karena yang penting itu adalah bagaimana kamu membangun kebiasaan baik mulai dari hal kecil. Ayo membaca!

Sumber

  1. Dinda pranata. 2019. Resensi Le Petit Prince – Dilema Orang Dewasa Dalam Cerita Seorang Anak. Diakses pada tanggal 25 agustus 2020, dari https://dindapranata.com/2019/05/06/resensi-le-petit-prince-dilema-orang-dewasa/
  2. Dwi estina. RESENSI NOVEL SANG ALKEMIS (THE ALCHEMIST). Diakses pada tanggal 25 agustus 2020, dari http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/sites/default/files/Sang%20Alkemis.pdf
  3. Fimela. 8 oktober 2016. [Vemale’s Review] The Book of Forbidden Feelings – Lala Bohang. Diakses pada tanggal 25 agustus 2020, dari https://www.fimela.com/fashion-style/read/3763704/vemales-review-the-book-of-forbidden-feelings-lala-bohang
  4. Ima. 8 juni 2020. Resensi novel hujan. Diakses pada tanggal 25 agustus 2020, dari https://www.kompasiana.com/imamatussholehah6810/5edd680c097f36230330afe2/resensi-novel-hujan-tere-liye?page=all#
  5. Locus. 6 juli 2020. Resensi Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori. Diakses pada tanggal 25 agustus 2020, dari https://www.locus.or.id/resensi-novel-laut-bercerita-karya-leila-s-chudori/
  6. Lpm perspektif. 23 oktober 2018. Cantik itu luka. Diakses pada tanggal 25 agustus 2020, dari https://lpmperspektif.com/2018/10/23/cantik-itu-luka/
  7. Niqfa rahma. 29 januari 2020. resensi buku nktchi (nanti kita cerita tentang hari ini). Diakes pada tanggal 25 agustus 2020, dari https://www.kompasiana.com/naqfianugrah8347/5e3115e0d541df12a31fe562/resensi-buku-nktchi-nanti-kita-cerita-tentang-hari-ini?page=all
  8. Picodi. 15 april 2019. Pembelian Buku di Indonesia (dan di seluruh Dunia). Diakes pada tanggal 25 agustus 2020, dari https://www.picodi.com/id/mencari-penawaran/pembelian-buku-di-indonesia-dan-di-seluruh-dunia
  9. Puti sabela. 20 maret 2019. Resensi novel: “le petit prince” karya antoine de saint-exupery. Diakses pada tanggal 25 agustus 2020, dari https://www.kompasiana.com/sabela19/5c920b2e95760e278d589002/resensi-novel-le-petit-prince-karya-antoine-de-saint-exupery
  10. Putri regina. 5 januari 2020. Resensi nkcthi, cerita bisa menyakitkan, cerita bisa menenangkan. Diakses pada tanggal 25 agustus 2020, dari https://www.kompasiana.com/putriregina/5e120762097f361b431cea23/resensi-nkcthi-cerita-bisa-menyakitkan-cerita-bisa-menenangkan
  11. Rizky kusuomo. 2012. Resensi Novel : The Alchemist (Sang Alkemis). Diakses pada tanggal 25 agustus 2020, dari https://www.rizkykusumo.com/2012/09/resensi-novel-alchemist-sang-alkemis.html
  12. Siti rohmah. 18 juni 2020. Review: Hujan – tere liye. Diakses pada tanggal 25 agustus 2020, dari https://www.kompasiana.com/rohmahst/5eeb85aed541df734f53a572/review-hujan-tere-liye
  13. Liputan6. 22 januari 2020. Film NKCTHI akhirnya tembus 2 juta penonton. Diakses pada tanggal 26 agustus 2020, dari https://m.liputan6.com/showbiz/read/4161229/film-nkcthi-akhirnya-tembus-2-juta-penonton
  14. CNN Indonesia. 16 Februari 2019. Kisah Eka Kurniawan Saat Terima Prince Claus Award di Belanda. Diakses pada tanggal 26 agustus 2020, dari https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20190216213124-241-369918/kisah-eka-kurniawan-saat-terima-prince-claus-award-di-belanda
  15. Liputan6. 2 november 2015. REVIEW The Little Prince, Cerita Anak Prancis Rasa Pixar. Diakses pada tanggal 26 agustus 2020, dari https://www.liputan6.com/showbiz/read/2355063/review-the-little-prince-cerita-anak-prancis-rasa-pixar