Penulis:
Diavena Alusia Tamba

Di artikel sebelumnya, kita sudah membahas terkait buku apa saja yang dapat kamu baca di waktu luang dan kebetulan juga sedang digemari oleh kalangan muda saat ini. Walaupun begitu, apakah membaca memang merupakan hobi kamu? Atau ternyata kamu hanya ikut-ikutan tren saat ini agar terlihat keren dan berwawasan luas? Jika iya, maka sayang sekali manfaat yang sebenarnya bisa diperoleh malah tidak sampai di kamu.

Kali ini saya akan berbagi sedikit pengalaman terkait kegiatan membaca buku yang sudah saya lakukan sejak kecil hingga bisa menjadi hobi yang masih dilakukan hingga saat ini. Tentu saja kegiatan membaca tersebut tidak dilakukan secara tiba-tiba, tetapi ada proses dan tahapan mengingat kemampuan setiap orang berbeda dalam mencerna informasi dalam sebuah buku bacaan. Mari simak dalam artikel kali ini.

Tingkat Literasi Indonesia

Membaca merupakan suatu keharusan mendasar yang perlu dilakukan di era globalisasi ini dengan didukung adanya minat membaca yang kuat dalam diri seseorang. Jika motivasi untuk membaca kuat tetapi peminatnya kurang, maka kegiatan membaca akan terasa sulit untuk dilakukan dan sayangnya minat membaca masyarakat Indonesia masih sangat rendah.

 

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Central Connecticut State University di New Britain, Connecticut, AS pada 2016, angka literasi atau minat membaca Indonesia berada pada peringkat ke-60 dari 61 negara di dunia. Penelitian ini dilakukan untuk melihat karakteristik perilaku literasi di 200 negara, tetapi hanya 61 negara yang masuk daftar karena sisanya tidak memiliki statistik yang relevan.

Sumber gambar: databoks

Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) sendiri telah menyusun Indeks Aktivitas Literasi Membaca (Alibaca). Kategori Indeks Alibaca terbagi atas lima kategori, yakni sangat rendah (0-20,00), rendah (20,01-40,00), sedang (40,01-60,00), tinggi (60,01-80,00), dan sangat tinggi (80,01-100).

Indeks Alibaca menunjukkan, hanya 9 provinsi yang masuk dalam kategori sedang, 24 provinsi masuk ke dalam kategori rendah dan 1 provinsi masuk dalam kategori sangat rendah. Rata-rata indeks Alibaca nasional berada di titik 37,32% yang tergolong rendah.


Membaca Sejak Kecil

Minat dan kebiasaan membaca seharusnya sudah ditanamkan pada diri anak sejak dini sehingga dalam proses menuju dewasa, sang anak dapat memperoleh manfaat besar akibat dari kebiasaan tersebut. Saya sendiri sudah menunjukkan minat membaca sejak sejak masih sekolah dasar. Rasa penasaran saya terhadap lingkungan sekitar ketika masih balita membuat saya ingin mencari tahu lebih banyak hal ketika saya bisa membaca.

Sumber gambar: http://bukuygkubaca.blogspot.com/2007/04/3-menit-belajar-pengetahuan-umum.html

Ketika saya berada di jenjang pendidikan sekolah dasar (SD), buku yang biasa saya baca adalah seri “3 Menit Belajar Pengetahuan Umum” dan seri “Asyik Belajar Matematika”. Buku-buku dari kedua seri tersebut merupakan buku yang ringan untuk dibaca oleh anak-anak karena dilengkapi gambar yang berwarna dan dikemas dalam bentuk komik sehingga anak tertarik dan tidak bosan untuk membaca. Selain itu, isi dari buku tersebut juga berbobot karena berisi pengetahuan dasar yang tidak kita dapat selama di sekolah.

Setelahnya saya mulai mencoba membaca buku yang berisi lebih banyak tulisan, tetapi tetap ringan untuk dibaca oleh anak-anak seperti buku dari seri “Kecil-Kecil Punya Karya” dan “Pink Berry Club”. Ternyata saya merasa bosan dan memutuskan untuk kembali membaca buku yang berkaitan dengan pengetahuan umum, seperti seri “Why?”. Seri ini sama seperti buku sebelumnya yang dikemas dalam bentuk komik sehingga lebih mudah untuk dibaca dan ilmunya juga tersampaikan.

Memasuki masa sekolah menengah pertama (SMP), saya mulai beralih membaca komik Jepang, seperti Doraemon, Naruto, Miiko, dan komik romantis ala remaja lainnya. Hal ini semata-mata karena saya ingin mencari bacaan baru yang tidak melulu memberi pengetahuan pada pembaca tetapi sekedar memberikan hiburan. Apalagi saat itu saya masih remaja dan dalam masa pubertas sehingga komik romantis Jepang menjadi salah satu pilihan saya.

Sumber gambar: https://koran.tempo.co/read/buku/365766/sherlock-yang-kagak-ada-matinye?

Ketika bosan dengan komik percintaan ala remaja, teman saya mulai merekomendasikan komik Detective Conan. Saat membaca komik Conan, ada perasaan seru yang menggebu-gebu saat saya dihadapkan pada sebuah konflik dan diminta untuk ikut berpikir selama membaca. Sejak saat itu saya menyadari bahwa saya menyukai buku dengan genre misteri. Maka dari itu, ketika mengetahui bahwa komik Conan terinspirasi dari Sherlock Holmes karya Arthur Conan Doyle, saya pun mulai membaca dan mengoleksi serinya.

Kegemaran saya membaca buku misteri terus berlanjut hingga sekolah menengah atas (SMA). Namun ketika saya pergi ke perpustakaan sekolah untuk pertama kalinya, saya memutuskan untuk melihat-lihat koleksi novelnya. Ada novel teenlit dengan kisah percintaan remaja, novel dengan konflik ala orang dewasa, novel horor, dan lainnya. Sejak saat itulah saya selalu menyempatkan ke perpustakaan untuk membaca novel dengan genre lain yang ada di sana dan sesekali meminjamnya untuk dibaca di rumah kala senggang.

Hingga saat ini ketika saya sudah kuliah dan berada di semester 7, saya masih suka sekali membaca buku, baik yang genre misteri, romantis, horor, dan lainnya. Walaupun saya senang membaca, bukan berarti semua buku sudah saya baca apalagi buku yang sedang populer di masa itu karena saya memang lebih menyukai buku yang menjadi preferensi saya sendiri. Saya juga terkadang masih suka membaca ulang buku lama yang telah saya koleksi sebelumnya.

Manfaat Membaca

Mungkin bagi sebagian orang, membaca merupakan kegiatan yang membosankan, seperti duduk diam, terpaku pada tulisan, ikut berpikir ketika dihadapkan pada konflik dalam cerita, tetapi sebenarnya di balik kegiatan yang dianggap sepele dan membosankan itu tentu saja ada manfaat yang diperoleh jika kita tekun dan tulus melakukan kegiatan tersebut.

Ada banyak manfaat yang bisa kita peroleh jika membiasakan diri untuk membaca. Dirangkum dari beberapa sumber, beberapa manfaat yang dapat kita peroleh, yaitu:

1.   Memperkuat otak

2.   Meningkatkan kemampuan berempati

3.   Menambah kemampuan berbahasa

4.   Mencegah penurunan fungsi kognitif

5.   Meningkatkan kemampuan berpikir analitis

6.   Mengurangi stres

7.   Meningkatkan kualitas tidur

8.   Meringankan gejala depresi

9.   Meningkatkan kemampuan menulis

Saya sendiri merasakan beberapa manfaat yang di dapat setelah membiasakan diri membaca buku sejak kecil, seperti menambah pengetahuan, mampu berpikir analitis, mengurangi stres, membantu kualitas tidur, dan beberapa manfaat lain yang mungkin tidak saya sadari sepenuhnya. Bahkan ketika masih bersekolah dulu saya mampu menjawab pertanyaan dari lomba kuis yang diadakan sekolah saat teman saya yang lain tidak tahu jawabannya.

Kebiasaan membaca yang dilakukan sejak dini pasti akan menuai manfaat yang positif jika kita melakukannya dengan tekun dan tulus. Kebiasaan tersebut tidak harus dilakukan secara mendadak, tetapi kamu bisa memulainya dengan membaca sesuatu yang sederhana dan menghibur karena membaca dapat dilakukan untuk memberikan hiburan bagi kamu yang sedang bosan selama di rumah.

Selain itu tidak pernah ada kata terlambat untuk membaca. Walau kamu merasa tua atau kamu belum menjadikan membaca sebagai hobi, kamu bisa memulainya sekarang, saat ini juga setelah kamu selesai membaca artikel ini atau di tahun 2020 ini. Seperti yang saya katakan sebelumnya, membaca bisa untuk menghibur kamu yang stres dan bosan jadi tidak pernah terlambat untuk mulai membaca selama kita memiliki minat yang kuat untuk membaca.

Maka dari itu di masa pandemi ini saat kita semua punya banyak waktu luang di rumah dan daripada tidak melakukan sesuatu, ada baiknya kita mulai melakukan kebiasaan membaca buku. Kebiasaan tersebut dapat dilakukan oleh orang dewasa dan anak-anak yang saat ini tidak bisa berkumpul di sekolah sehingga pengetahuan yang didapat tidak melulu harus dari sekolah tetapi juga dari buku bacaan lain. Ayo biasakan membaca sejak dini!

 

 

Sumber:

1.   Arif Gunawan. (12 Maret 2016). Indonesia Second Least Literate of 61 Nations. Diakses pada tanggal 28 Agustus 2020, dari https://www.thejakartapost.com/news/2016/03/12/indonesia-second-least-literate-61-nations.html

2.   Yosepha Pusparis. (27 Februari 2020). Tingkat Literasi Indonesia Masih Rendah. Diakses pada tanggal 28 Agustus 2020, dari https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/02/27/tingkat-literasi-indonesia-masih-rendah

3.   CNN Indonesia. (23 April 2020). 7 Manfaat Membaca Buku Setiap Hari. Diakses pada tanggal 28 Agustus 2020, dari https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200423134129-284-496531/7-manfaat-membaca-buku-setiap-hari

4. Kompas.(8 September 2017). 10 Manfaat Mengapa Anda Harus Membaca Setiap Hari. Diakses pada tanggal 28 Agustus 2020, dari https://lifestyle.kompas.com/read/2017/09/08/064300320/10-manfaat-mengapa-anda-harus-membaca-setiap-hari?page=all