Penulis : Sesilia Sophia Kadita

 

Apakah kamu tahu bahwa setiap tanggal 9 September diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional atau Haornas? Kira-kira bagaimana Haornas terbentuk?

 

Sejarah Hari Olahraga Nasional

(Sumber: kompas.com)

Mari kita kembali pada 1948. Saat itu Indonesia ingin mengikuti ajang Olimpiade di London untuk menunjukkan diri pada dunia internasional sebagai negara merdeka. Namun ternyata banyak halangan yang menghambat, salah satunya adalah isi Perjanjian Linggarjati dan Perjanjian Renville, di mana wilayah Indonesia yang diakui Belanda hanya beberapa daerah. Alhasil organisasi olahraga Indonesia saat itu membuat pesta olahraga dalam negeri yang dikenal dengan Pekan Olahraga Nasional (PON).

PON I diadakan di Surakarta pada 9-12 September 1948 di Stadion Sriwedari. Sejak saat itu, semangat olahraga Indonesia semakin memanas hingga berprestasi di ajang internasional seperti meraih posisi 3 Asian Games 1962. Akhirnya melalui Keputusan Presiden No.67 tahun 1985 setiap 9 September diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional, mengambil tanggal dimulainya PON I.

Sejak saat itu, pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) selalu menyelenggarakan berbagai lomba nasional untuk memeriahkan Haornas. Tahun ini Kemenpora bahkan sudah memulai rangkaian lomba sejak Februari 2020 dengan lomba esport, olahraga ekstrim, yoga, senam, hingga olahraga untuk penyandang disabilitas.

 

Olahraga Melalui Outbound

(Sumber: dokumentasi Werkudara Institute)

Kita semua tahu bahwa olahraga itu sangat penting untuk kesehatan dan kebugaran tubuh. Namun, pasti ada diantara kamu yang tidak menyukai olahraga atau kalau pada masa kini disebut dengan kaum rebahan. Kamu tidak suka mungkin karena olahraga itu berat, melelahkan, atau bahkan membosankan. Bagaimana kalau ada olahraga yang menyenangkan?

Pada dasarnya olahraga berarti mengolah raga alias tubuh, melatih tubuh agar lebih sehat baik jasmani dan rohani. Tidak selalu harus melakukan olahraga di fitness center, kamu bisa berolahraga dengan cara fun melalui outbound. Kamu bisa menjadikan outbound sebagai salah satu alternatif olahraga. Apa saja kelebihannya?

1.   Games menyenangkan

Salah satu keunggulan dari outbound adalah kamu dapat berolahraga dengan cara menyenangkan! Bagaimana tidak? Kamu dapat banyak bergerak dengan mengikuti beberapa games yang disediakan. Kamu bahkan tidak akan sadar bahwa sebenarnya beberapa bagian ototmu sedang bekerja keras ketika menyelesaikan games.

2.   Kebersamaan

Biasanya outbond dilakukan oleh banyak orang sekaligus. Otomatis kamu akan bersenang-senang bersama orang-orang terdekat seperti teman sekolah atau rekan kerja. Karena kamu bermain bersama banyak orang, kamu tidak sadar bahwa ini juga termasuk olahraga.

3.   Pengembangan diri

Kamu mungkin sudah tahu bahwa Werkudara Institute kerap menyelenggarakan outbound. Di Werkudara Institute, outbound menjadi salah satu aktivitas dalam program pelatihan dan pengembangan (training and development) yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku adaptif pada kelompok / komunitas / organisasi / perusahaan / masyarakat melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan.  Program pelatihan ini disusun secara inovatif, kreatif, dan profesional sehingga diharapkan dapat tepat guna.

Nah, apa saja games pada outbound Werkudara Institute yang bisa dilihat sebagai olahraga?

 

1.   Archery Target

(Sumber: dokumentasi Werkudara Institute)

Permainan ini sama dengan aktivitas panahan yang kamu ketahui. Kamu mengambil busur dan mengarahkan anak panah untuk sampai pada target. Di sini kamu belajar untuk fokus dan konsentrasi. Tidak hanya berpusat pada olahraga tangan, pernapasanmu juga ikut dilatih untuk menstabilkan arah anak panah.

 

2.   Robot A

(Sumber: dokumentasi Werkudara Institute)

Permainan ini dimainkan oleh satu orang sebagai “robot” berdiri di atas rangakaian bambu seperti huruf A dan sisanya menarik tali. Tujuannya  adalah mencari cara bagaimana menggerakkan “robot” hingga garis finish tanpa jatuh ataupun tali yang terlepas. Otot tanganmu akan bekerja banyak karena harus menarik tali untuk menggerakkan robot dan menjaganya tetap seimbang.

3.   Jembatan Bambu

(Sumber: dokumentasi Werkudara Institute)

Permainan ini dimainkan oleh beberapa orang dalam jumlah ganjil, misalnya lima orang. Empat orang akan memegang bambu berpasangan di setiap ujung, satu orang akan berjalan di atas bambu yang dipegang. Permainan ini bagaimana memindahkan satu orang tersebut dari titik start ke finish dengan tetap berada di atas bambu. Kamu akan merasakan otot kaki bekerja karena berjongkok atau menahan tubuh di atas bambu, dan otot tangan karena memegangi bambu dengan beban teman di atasnya.

 

4.   Spider Web

(Sumber: dokumentasi Werkudara Institute)

Terdapat jaring-jaring yang terbuat dari tali rafia dan semua anggota kelompok harus melewati sela jaring yang berbeda-beda tanpa menyentuhnya. Untuk kamu yang membantu teman-teman kelompok melewati sela jaring bagian atas, kamu akan berolahraga bukan lagi dengan mengangkat barbel, tetapi dengan mengangkat beban teman sendiri.

 

 

5.   Dove Egg

(Sumber: dokumentasi Werkudara Institute)

Permainan ini mengharuskan kamu memindahkan bola pingpong secara estafet bukan dengan cara biasa, melainkan dengan mulut melalui bantuan pipa kecil. Jika sebelumnya sudah melatih otot tangan dan kaki, maka kali ini kamu berlatih pernapasan. Sedikit saja napasmu goyah, maka bola akan jatuh dan kamu harus mengulangnya dari awal.

6.   Ranjau Air

(Sumber: dokumentasi Werkudara Institute)

Permainan kali ini dimainkan di dalam air, nih. Satu orang akan berperan sebagai leader yang mengarahkan , dan lainnya menghindari rintangan dengan melompat atau merangkak di dalam air serta mata tertutup. Sang leader harus memberi arahan tanpa menggunakan kata-kata. Berpindah tempat dengan merangkak biasa saja terasa berat, sekarang kamu harus merangkak di dalam air. Karena permainan terasa menyenangkan, tanpa kamu sadari badanmu ternyata mendapat pelatihan yang sangat keras.

 

7.   Nampan Terbang

(Sumber: dokumentasi Werkudara Institute)

Permainan memindahkan air dalam gelas yang berada di atas nampan terbalik. Terdapat lima level permainan yang disesuaikan dengan jumlah gelas. Level awal kamu akan memindahkan menggunakan tangan, namun selanjutnya kamu harus menggunakan kaki. Siap-siap otot kaki berolahraga karena harus terus diangkat.

 

8.   Trust Fall

(Sumber: dokumentasi Werkudara Institute)

Hampir mirip seperti permainan nampan terbang yang memindahkan barang dari satu titik ke titik lain, namun kali ini bukan gelas yang dipindahkan melainkan temanmu sendiri. Satu orang berdiri di depan, pelan-pelan menurunkan badan ke belakang. Teman-teman yang ada di barisan belakang harus siaga mengangkat orang tersebut hingga ke paling belakang. Sekali lagi kamu dilatih bukan untuk mengangkat beban barbel, namun teman sendiri. Terlihat sulit tapi menyenangkan sekaligus mendebarkan.

Seperti yang sudah diuraikan sebelumnya, setiap permainan pada outbound dirancang sebagai latihan pengembangan diri. Pada outbound Werkudara Institute ini juga kamu belajar untuk meningkatkan kinerja kelompok, kekompakan tim, mencari solusi, konsentrasi, saling percaya, dan mencapai target. Seru banget, kan bila bisa berolahraga dengan cara menyenangkan ditambah lagi dapat belajar mengembangkan diri! Satu ketapel dua sasaran, satu dayung dua tiga pulau terlampaui.

Kamu yang sudah pernah ikut, apa rindu untuk ikut outbound kembali? Atau kamu yang belum pernah mencoba, apa jadi tertarik untuk ikut outbound?

 

Sumber:

Nugroho, Dutha Adhi. 2020. “Outbound Werkudara Institute”. Hasil wawancara pribadi: 7 September 2020, Werkudara Institute.

Kumparan. 7 September 2020. Hari Olahraga Nasional dan Jejak Kedaulatan Indonesia. https://kumparan.com/kumparansport/hari-olahraga-nasional-dan-jejak-kedaulatan-indonesia-1u9DIkkobwz/full (Diakses pada 7 September 2020 pukul 22.23)

Persada, Ksatria Bhumi dan Paolo, Bontor. 2018. Mengintip Sejarah Hari Olahraga Nasional. http://indonesiabaik.id/infografis/mengintip-sejarah-hari-olahraga-nasional (Diakses pada 7 September 2020 pukul 22.20)

Sasongko, Agung. 7 September 2020. Agenda Kegiatan Hari Olahraga Nasional 2020. https://republika.co.id/berita/qgaf0r313/agenda-kegiatan-hari-olahraga-nasional-2020 (Diakses pada 7 September 2020 pukul 22.31)

Werkudara Institute. Pelatihan dan Pengembangan. https://werkudarains.org/programs/training-assessment/training/ (Diakses pada 7 September 2020 pukul 22.53)