Penulis : Sesilia Sophia Kadita

 

Instagram kini menjadi media sosial yang bukan hanya menampilkan unggahan pribadi, namun bahkan menjadi wadah promosi. Meski menjadi media untuk berbisnis, kamu tidak bisa asal mengunggah konten. Kamu perlu strategi dalam menampilkan konten apa saja yang banyak disukai oleh audiens.

Berikut jenis-jenis konten yang banyak dilakukan di Instagram dan menarik bagi audiens:

Microblog

(Sumber: Instagram @trustjak)

Microblogging adalah pembuatan konten yang berisi informasi singkat, ditulis seperti blog namun dalam versi pendek. Meningkatnya fitur Instagram saat ini memungkinkan content creator untuk membuat konten dalam bentuk microblog. Fitur carousel alias meng-upload hingga 10 foto membuat followers dapat menggeser (swipe) rangkaian konten tersebut. Hal ini memunculkan kreativitas untuk membuat konten yang informatif di Instagram dengan model microblog, sehingga isinya tidak hanya sekedar foto.

Microblog bisa ditampilkan di beberapa media sosial seperti Twitter, Tumblr, atau Facebook, namun saat ini kebanyakan mempublikasikannya lewat Instagram. Mengapa? Karena Instagram bisa menarik perhatian melalui visual dan memungkinkan adanya interaksi langsung dengan pembaca.

Kamu tertarik membuat jenis konten microblog? Berikut beberapa tipsnya:

    Gunakan font berjenis sans

Menurut Uxplanet, font berjenis sans cocok digunakan untuk konten yang mementingkan tampilan visual, disertai tulisan yang pendek, dan pembaca/followers dengan usia muda.

    Gunakan warna kontras

Jika kamu ingin memadukan beberapa warna dalam konten microblog, gunakan warna-warna yang kontras sehingga dapat menarik perhatian yang melihatnya.

    Buat dengan singkat dan sederhana

Microblog memang merupakan blog versi mini, tapi bukan berarti semua slide penuh dengan tulisan. Kurangi tulisan yang bisa disederhanakan. Tampilan Instagram tetap mementingkan visual, maka jangan menimbulkan kejenuhan pembaca dengan tulisan yang terlalu padat. Bisa juga dipadukan dengan diagram, diagram, atau video supaya lebih menarik.

    Berikan CTA di akhir

CTA atau call to action biasanya diletakkan oleh content creator di bagian paling akhir karena disesuaikan dengan akun Instagram kita. Misalnya, kamu menjadikan Instagram sebagai wadah bisnis online. Setelah memberikan tulisan informatif, di slide terakhir berisi ajakan untuk membeli produk. Pada umumnya CTA berisi ajakan untuk komen, like, dan share.

 

Infografis

(Sumber: litbang.kemkes.go.id)

Jenis konten infografis sebenarnya sudah ada sejak lama. Mungkin kamu sudah sering melihat infografis tertempel di mana-mana di dalam bentuk poster, seperti misalnya peta jalur bus atau panduan protokol kesehatan. Namun model infografis booming kembali karena banyak digunakan oleh media dan platform online.

Infografis berasal dari kata infographic dalam Bahasa Inggris, yang merupakan singkatan dari information + graphic. Infografis adalah jenis konten yang mengkompres banyak data dalam satu medium. Infografis adalah model konten yang memvisualisasikan tulisan atau data yang kompleks. Tulisan dalam beberapa paragraf dapat diringkas dalam satu halaman infografis. Infografis memudahkan pembaca untuk mendapatkan informasi dalam bentuk ringkas dan mudah diikuti.

Menurut Hubspot, infografis memiliki peluang digemari dan dibagi tiga kali lipat di media sosial ketimbang konten lain. Mengapa? Karena otak manusia lebih cepat memproses gambar daripada tulisan. Visual yang dimaksud adalah berupa foto, gambar, sketsa, ilustrasi, peta konsep, dan simbol.

 

Quotes

(Sumber: pinterest.com)

Quotes merupakan salah satu konten paling sederhana namun membangun engagement yang tinggi dengan audiens. Mengapa? Karena biasanya quotes atau kata-kata mutiara dapat menginspirasi dan relevan dengan kehidupan pembacanya.  Umumnya kutipan diambil dari tokoh sukses atau buku yang beredar. Jika kamu mengambil kutipan quotes seseorang, jangan lupa untuk menyertakan nama atau sumbernya, ya!

Keunggulan dari konten quotes adalah sangat mudah dibuat. Selain itu quotes yang relevan dengan banyak orang akan banyak di-share oleh pembaca. Kamu bisa menyesuaikan quotes yang ingin ditampilkan sesuai dengan akun Instagram yang kamu miliki.

 

Memes

(Sumber: 9gag.com)

Jika kamu ingin menyelipkan konten hiburan dalam akun Instagram, kamu bisa menampilkan meme. Menurut Influencer MarketingHub, meme merupakan tipe konten yang paling populer di Instagram. Meme merupakan konten visual yang bebas, tidak berpanduan pada aturan-aturan seni ataupun konten. Meme dapat dengan mudah dibuat meski tidak memiliki keahlian khusus untuk membuat konten yang rumit.

Bahan atau sumber pembuatan meme biasanya mengambil dari konten-konten yang sudah ada kemudian dimodifikasi dengan menambahkan konteks baru dan kata-kata. Hasilnya, meme menyajikan konten visual yang memiliki arti dan pemaknaan jauh berbeda dari konten aslinya.

Trivia

(Contoh trivia tentang Bahasa Indonesia. Sumber: hipwee.com)

Trivia adalah fakta, informasi, dan sejenisnya yang tidak penting. Audiens akan senang dengan akun yang memberikan insight atau informasi baru kepada mereka. Kamu bisa menyajikan trivia sesuai dengan akun Instagram milikmu. Misalnya kamu menggunakan Instagram untuk bisnis online, maka sajikan trivia mengenai produk yang kamu jual. Contohnya, kamu menjual sepatu, maka bisa membuat konten trivia mengenai sepatu bersejarah yang dipakai raja-raja.

Semakin banyak jenis konten di media sosial terutama di Instagram, semakin banyak pula ragam konten yang bisa kamu coba unggah. Jika kamu menjadikan media sosial sebagai wadah berbisnis, kamu sangat bisa menyambungkan jenis-jenis konten ini dengan produk jualanmu. Ayo, jangan sampai akun Instagram milikmu ketinggalan zaman!

 

 

Sumber:

CFCC. 13 Maret 2020. 8 Jenis Konten Visual yang Menarik untuk Sosial Media. https://teknoia.com/jenis-konten-yang-menarik-untuk-sosial-media-678a1ae597d1 (Diakses pada 25 September 2020 pukul 8.16)

Nuryadi, Vaksiandra. 31 Agustus 2017. 7 Jurus Dasar Bikin Infografis. https://grid.co.id/index.php/blog/7-Jurus-Dasar-Bikin-Infografis (Diakses pada 25 September 2020 pukul 7.40)

Perdana, Arkan. 2 Juli 2020. Sedang Ramai, Ketahui Cara Membuat Konten Microblogging Instagram di Sini. https://glints.com/id/lowongan/membuat-microblogging-Instagram/#.X20pYsIzbIU (Diakses pada 25 September 2020 pukul 6.55)

Putri, Rizka Nadhirasari Hermawan. 30 Juni 2020. Sebar Inspirasi lewat Microblog, Ngeblog Masa Kini via Instagram. https://gensindo.sindonews.com/read/86111/700/sebar-inspirasi-lewat-microblog-ngeblog-masa-kini-via-Instagram-1593508009 (Diakses pada 25 September 2020 pukul 7.03)