Penulis : Diavena Alusia Tamba

 

Di artikel sebelumnya, kita sudah membahas terkait faktor penyebab stres kerja dan upaya untuk mengatasi stres tersebut. Mengapa stres kerja perlu diatasi? Hal ini dikarenakan stres kerja dapat berdampak buruk pada tubuh jika terus menerus dibiarkan. Selain itu, nantinya kamu akan lebih rentan terkena penyakit infeksi jika tidak menjaga kondisi tubuh sendiri. Maka dari itu, kali ini kita akan membahas mengenai apa saja yang akan terjadi pada tubuh saat seseorang sedang mengalami stres. Ayo simak artikelnya di bawah ini!

Pada Sistem Saraf Pusat

Sumber gambar: kompas.com

Sistem saraf pusat bertanggung jawab dalam merespon stres. Saraf pusat memberikan perintah dari hipotalamus ke kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon adrenalin dan kortisol. Ketika hormon adrenalin dan kortisol ini lepas, organ hati menghasilkan lebih banyak gula dalam darah untuk memberikan energi lebih pada tubuh. Jika energi tambahan ini tidak digunakan maka tubuh akan menyerap kembali gula darah tersebut. Sayangnya bagi beberapa orang, gula darah ini tidak dapat diserap secara sempurna sehingga kadar gula darah dalam tubuh akan meningkat dan menyebabkan obesitas.

Selain itu, pelepasan hormon adrenalin dan kortisol juga dapat menyebabkan peningkatan detak jantung, peningkatan laju pernapasan, serta pelebaran pembuluh darah di lengan dan kaki. Namun ketika stres perlahan mulai mereda, maka sistem saraf pusat ini akan memerintahkan kelenjar adrenal untuk berhenti melepaskan hormon adrenalin dan kortisol sehingga kondisi tubuh kembali normal.

Pada Sistem Pernapasan

Sumber gambar: https://www.dictio.id/t/bagaimana-mekanisme-pernapasan-pada-manusia/13786

Stres dapat meningkatkan laju pernapasan seseorang sebagai upaya untuk mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi ini mungkin terlihat tidak masalah bagi sebagian besar orang, tetapi nyatanya kondisi ini bisa menyebabkan masalah bagi penderita asma atau emfisema. Selain itu, napas yang cepat atau hiperventilasi juga dapat menyebabkan serangan panik bagi beberapa orang.

Pada Sistem Kardiovaskular

Sumber gambar: https://whitecoathunter.com/serangan-jantung/

Saat mengalami stres akut atau stres dalam waktu singkat, detak jantung akan meningkat dan pembuluh darah yang menuju ke otot besar dan jantung akan melebar. Hal ini menyebabkan peningkatan volume darah yang dipompa ke seluruh tubuh dan meningkatkan tekanan darah. Pada saat stres, darah perlu dialirkan dengan cepat ke seluruh tubuh, khususnya otak dan hati untuk membantu menyediakan energi bagi tubuh.

Saat mengalami stres kronis atau stres berkepanjangan, detak jantung akan meningkat secara konsisten. Tekanan darah dan kadar hormon stres juga akan meningkat secara berkelanjutan sehingga stres kronis dapat meningkatkan resiko hipertensi, serangan jantung, atau stroke.

 

Pada Sistem Pencernaan

Sumber gambar: https://rumahsehatherbaholistic.com/11-bahaya-sering-menahan-bab-bisa-picu-penyakit-berbahaya/

Ternyata peningkatan detak jantung dan pernapasan juga dapat mengganggu sistem pencernaan seseorang. Orang yang mengalami stres mungkin akan makan lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya sehingga resiko untuk mengalami heartburn, refluks asam, mual, muntah atau sakit perut juga akan meningkat. Selain itu, stres juga dapat memengaruhi pergerakan makanan dalam usus sehingga seseorang dapat mengalami diare atau sembelit.

Pada Sistem Otot Rangka

Sumber gambar: https://www.genpi.co/gaya-hidup/57147/4-bahan-alami-ini-ampuh-untuk-membantu-mengatasi-otot-tegang

Otot-otot akan menegang saat seseorang mengalami stres dan akan kembali normal jika sudah merasa lebih tenang. Namun jika orang tersebut mengalami stres yang berkepanjangan, maka otot-otot tersebut tidak akan memiliki waktu untuk lebih rileks. Otot yang tegang ini nantinya akan menyebabkan sakit kepala, nyeri punggung, serta nyeri sendi di seluruh tubuh.

 

Pada Sistem Reproduksi

Sumber gambar: https://www.halodoc.com/artikel/inilah-yang-termasuk-dismenore-yang-tidak-wajar

Stres juga dapat mempengaruhi gairah seksual seseorang. Bagi pria, kadar hormon testosteron akan lebih meningkat saat mengalami stres sehingga dapat meningkatkan gairah seksual dalam waktu singkat. Namun jika stres berlangsung lama, kadar hormon testosteron ini akan menurun. Hal ini dapat mengganggu produksi sperma yang akan menyebabkan disfungsi ereksi atau impotensi. Bagi wanita sendiri, stres dapat mempengaruhi siklus menstruasi. Siklus menstruasi menjadi tidak teratur, tidak mengalami menstruasi sama sekali atau mungkin akan mengalami menstruasi yang lebih berat.

Pada Sistem Imun

Sumber gambar: https://waspada.co.id/2020/03/ini-penjelasan-carrier-pembawa-virus-yang-belum-tentu-sakit/

Stres juga dapat merangsang sistem kekebalan tubuh untuk bekerja pada seseorang. Jika stres bersifat sementara, maka ini akan membantu tubuh dalam mencegah infeksi dan penyembuhan luka. Namun jika stres berlangsung lama, maka tubuh akan melepaskan hormon kortisol yang akan menghambat pelepasan histamin dan respon peradangan yang berguna untuk melawan zat asing yang masuk ke tubuh. Hal ini menyebabkan orang yang mengalami stres kronis akan lebih rentan untuk terkena penyakit, seperti influenza, flu biasa, atau penyakit infeksi lain. Selain itu, stres kronis membuat penyembuhan terhadap penyakit akan menjadi lebih lama.

Itulah beberapa hal yang dapat terjadi pada tubuh jika kamu tidak segera mengatasi stres yang kamu alami. Bagi yang mengalami stres ringan, mungkin hal tersebut tidak terlalu berpengaruh. Namun bagi yang mengalami stres berkepanjangan atau kronis, hal tersebut dapat berdampak buruk di masa yang akan datang. Maka dari itu, jika kamu mulai merasakan stres, ada baiknya bila kamu mencari cara untuk mengatasi stres tersebut atau kamu juga dapat meminta bantuan profesional jika merasa stres yang kamu alami sudah cukup parah.

Kamu juga bisa mengikuti Ceritasik Mentorship yang akan diadakan oleh Werkudara Institute dengan tema “Manajemen Stres”. Ceritasik Mentorship merupakan kelas online yang bertujuan untuk memberikan materi dan konsultasi terkait suatu permasalahan dengan arahan dan bimbingan langsung dari mentor yang berpengalaman di bidangnya. Pembicaranya adalah Agata Paskarista yang merupakan Career Counselor & Founder di LOSTid serta Christine Anggraeni sebagai Clinical Psychologist di LOSTid. Ceritasik Mentorship ini akan berlangsung pada tanggal 29-30 September 2020 jam 19.00 WIB via Google Meet. Untuk info lebih lengkap, kamu bisa lihat di Instagram @werkudara.ins! Sampai bertemu di Ceritasik Mentorship!

 

Sumber:

1.   Arinda Veratamala. 22 September 2020. Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Anda Stres. Diakses pada tanggal 26 September, dari https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/dampak-stres-pada-tubuh-anda/#gref

2.   Fiona Amelia. 24 Maret 2019. Apa Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Anda Stres?. Diakses pada tanggal 26 September, dari https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3624977/apa-yang-terjadi-pada-tubuh-saat-anda-stres

3.   Kompas. 17 Maret 2020. Berbagai Dampak Stres Terhadap Tubuh Kita. Diakses pada tanggal 26 September, dari https://lifestyle.kompas.com/read/2020/03/17/204048720/berbagai-dampak-stres-terhadap-tubuh-kita?page=all