Penulis : Sesilia Sophia Kadita

 

Semua orang memiliki hak yang sama untuk mencintai dan dicintai. Kamu juga pasti ingin merasakan rasanya mencintai dan dicintai. Namun sebelum kamu mencintai orang lain, apakah kamu sudah mencintai diri sendiri?

Kamu mungkin sering mendengar perihal self love atau mencintai diri sendiri. Ini tahap penting sebelum kamu mencintai orang lain. Dengan mencintai diri sendiri terlebih dahulu, kamu akan tahu bagaimana sebenarnya perasaan cinta itu dan bagaimana menunjukkan perasaan cinta.

Yuk, lihat apakan kamu sudah memiliki tanda-tanda mencintai diri sendiri

Percaya Diri

(Sumber: sehatq.com)

“Aku malu”, “Aku tidak pantas”, atau “Aku tidak bisa” adalah beberapa kalimat yang sering kita ucapkan pada diri sendiri. Mengapa kamu perlu merasa malu, tidak pantas, dan tidak bisa? Saat kamu sudah bisa berkata “Aku berani”, “Aku pantas”, dan “Aku bisa” berarti kamu sudah memiliki kepercayaan diri.

Memiliki sikap percaya diri merupakan bukti bahwa kamu berhasil mencintai diri sendiri. Kamu bisa menerima dirimu secara utuh apa adanya. Kamu mencintai apa yang ada di dirimu, baik kekurangan maupun kelebihan. Selain itu kamu juga bisa menerima dan bersyukur mengenai apa yang kamu punya dalam hidup. Daripada merasa malu dengan kekurangan diri, lebih baik mengubah perspektif bahwa kamu spesial.

 

Berpikir Positif

(Sumber: timesindonesia.co.id)

Saat ditanya mengenai kelebihan dan kekuranganmu, apa yang paling cepat bisa kamu jawab? Jika kamu lebih cepat menjawab kelebihan dari kekurangan, berarti kamu artinya sudah mencintai diri sendiri. Bukti kamu mencintai diri sendiri adalah ketika berpikir positif atas dirimu.

Pertanyaan mengenai “Mengapa aku begini” atau “Mengapa aku begitu” yang berfokus pada kekurangan diri, menunjukkan bahwa kamu lebih banyak berpikir negatif. Penuhi dirimu dengan pikiran positif. Kekurangan tidak membuatmu minder. Kekurangan tidak boleh membatasi ruang gerak, kelebihan juga tidak boleh membuat besar kepala. Pikiran adalah perangkat utama dalam mengendalikan tubuh. Saat kamu selalu berpikir positif, maka kamu juga akan memancarkan aura positif dan menjalani hari dengan penuh semangat.

Berpikir positif atas diri sendiri juga berarti tidak boleh membandingkan diri dengan orang lain. Kamu belum mencintai diri sendiri bila masih terus-terusan melihat orang lain lebih hebat dan menjadikanmu rendah diri. Kamu harus menanamkan pikiran bahwa setiap orang terlahir berbeda-beda. Jika orang lain memiliki kelebihan yang tidak kamu punya, maka kamu pasti juga memiliki kelebihan yang orang lain tidak punya. Mungkin saat ini kamu belum menyadarinya, atau bisa jadi kamu belum mengenali dirimu seutuhnya.

 

Berani Berkata Tidak

(Sumber: kompas.com)

Sebagian besar orang Indonesia mungkin suka merasa “tidak enak” jika ada orang lain yang meminta sesuatu. Perasaan “tidak enak” tersebut yang kerap membuat kita terjebak ke dalam stres. Jika memang hal tersebut memberatkan, kamu harus berani menolaknya. Dengan berkata tidak, artinya kamu menghargai diri sendiri.

Kamu sudah tahu sejauh mana batasan dirimu. Kamu tidak boleh membebani diri sendiri dengan hal-hal yang memang tidak sanggup kamu lakukan. Jika memang hal tersebut bukan sesuatu yang bisa kamu tolak, paling tidak harus dibicarakan dua arah untuk mencari jalan keluar yang meringankan.

Kamu bertanggung jawab pada diri sendiri. Jangan hidup dalam ekspektasi orang lain. Kamu pantas bahagia dengan cara sendiri. Jika orang lain marah, kecewa, atau sedih jangan sampai terlalu mengganggumu. Jangan mengorbankan diri sendiri untuk kebahagiaan orang lain. Kamu harus membuat diri sendiri bahagia terlebih dahulu. Orang yang berhasil mencintai diri sendiri tidak hidup dalam ekspektasi orang lain, karena ia tahu apa hal terbaik untuk dirinya.

 

Me Time

(Sumber: goodnewsnetwork.org)

Sediakan waktu untuk me time alias melakukan hal-hal yang kamu senangi. Jadikan me time sebagai bentuk apresiasi terhadap diri sendiri karena sudah mampu bertahan selama ini. Berikan dirimu “hadiah” misalnya dengan membeli makanan favorit, melakukan aktivitas kesukaan, atau pergi ke tempat menyenangkan.

Dirimu sudah bekerja keras hingga saat ini, maka kamu berhak istirahat sejenak dan melakukan apa yang membuatmu bahagia. Me time merupakan bentuk dari merawat diri. Kamu perlu menjaga kesehatan secara fisik maupun mental. Hal ini menjadi bagian dari mencintai diri sendiri dan perlu diperhatikan secara konsisten.

Jika kamu merasa seperti tidak dicintai, artinya kamu belum mencintai diri sendiri. Dengan kamu tahu bagaimana mencintai diri sendiri, kamu akan mampu mencintai orang lain. Kamu tahu bagaimana membuat dirimu bahagia, maka kamu akan tahu bagaimana memperlakukan orang lain supaya mereka bahagia. 

 

 

Sumber:

Cosmopolitan. Pertanda Anda Tidak Mencintai Diri Sendiri. https://cosmopolitanfm.com/18291-2/ (Diakses pada 5 Oktober 2020 pukul 8.18)

Larasati, Dewi. 30 Juli 2019. 5 Tanda Kamu Sudah Mencintai Diri Sendiri. Karena Self Love Jelas Bukan Selfish. https://www.hipwee.com/list/mencintai-diri-sendiri/ (Diakses pada 5 Oktober 2020 pukul 8.25)

Rahmawati, Mia. 2 Desember 2018. 9 Tanda Kamu Berhasil Mencintai Diri Sendiri. https://www.idntimes.com/life/inspiration/mia-rahmawati/tanda-berhasil-mencintai-diri-sendiri-c1c2/9 (Diakses pada 5 Oktober 2020 pukul 8.37)

Pijar Psikologi. 19 Januari 2016. Mencintai Diri Sendiri Tidak (Selalu) Menjadikan Anda Seorang Narsistik! https://pijarpsikologi.org/mencintai-diri-sendiri-tidak-selalu-menjadikan-anda-seorang-narsistik/ (Diakses pada 5 Oktober 2020 pukul 20.32)