Penulis : Sesilia Sophia Kadita

 

Perencanaan bisnis adalah rencana yang disusun sejak awal sebelum memulai suatu usaha. Bagi pebisnis pemula yang baru mau membuka usaha, perencanaan bisnis seringkali dilewatkan dan tidak dilakukan. Padahal perencanaan bisnis dapat membuat sebuah usaha bisa berjalan lebih baik karena memiliki arah gerak yang tersusun.

Berikut adalah komponen perencanaan bisnis yang dapat dilakukan:

Deskripsi Produk

(Sumber: elitemarketer.id)

Sebelum merencanakan berbagai strategi, kamu perlu menentukan dan memastikan terlebih dahulu apa jenis bisnis yang ingin kamu lakukan. Buat ringkasan yang berisi gambaran umum mengenai bisnismu.  Kamu harus yakin dengan bisnis yang akan dijalani dan produk/jasa apa yang akan ditawarkan. Deskripsikan bisnismu secara rinci dengan menjawab:

  1. Apa nama usaha?
  2. Apa jenis usaha?
  3. Apa produk/jasa yang ditawarkan
  4. Di mana lokasi usaha?
  5. Apa tujuan atau visi/misi usaha?

 

Riset Pasar

(Sumber: maxmanroe.com)

Setelah kamu yakin dengan usaha apa yang ingin kamu mulai, lakukanlah riset pasar. Riset pasar dilaksanakan untuk memprediksi bagaimana posisi usahamu nantinya, mulai dari peluang hingga kompetitor.

Analisis usahamu dengan metode SWOT alias strength, weakness, opportunity, dan threat. Strength dan weakness adalah kelebihan dan kekurangan dari internal usahamu. Sedangkan opportunity dan threat adalah kelebihan dan kekurangan dari sisi eksternal yang dapat mempengaruhi usahamu, baik secara positif maupun negatif. Hasil analisis mengenai posisi usaha di market akan menentukan strategi apa yang perlu diambil ke depannya.

Setelah menganalisis usahamu sendiri, analisis pula kompetitor dengan metode yang sama. Dengan begitu kamu dapat membandingkan ada di mana posisi usahamu jika dilihat dari posisi kompetitor. Kelebihan kompetitor bisa kamu adaptasi dalam usahamu, kekurangannya bisa digunakan untuk mencari solusi yang lain.

Melalui riset pasar juga, kamu perlu menentukan siapa target audiens alias target jualanmu. Kamu perlu mendeskripsikan, kepada siapa produk/jasa ini akan dijual? Mulai dari gender, usia, status ekonomi, geografi (lokasi pembeli), dan psikografi (gaya hidup). Target audiens yang jelas akan membantumu untuk menentukan bagaimana cara mengkomunikasikan jualanmu, karena setiap kelompok masyarakat memiliki ciri khas tersendiri. Misalnya, cara kamu melakukan promosi kepada orang tua akan berbeda dengan anak remaja.

Rencana Keuangan

(Sumber: koinworks.com)

Meski baru ingin memulai usaha, kam perlu memperkirakan kondisi keuangan, paling tidak untuk beberapa bulan ke depan. Kamu perlu menentukan:

  1. Berapa modal yang dimiliki?
  2. Bagaimana arus uang keluar masuk?
  3. Berapa pengeluarannya?
  4. Berapa pemasukannya?
  5. Berapa profit yang diperoleh?
  6. Berapa lama yang dibutuhkan untuk balik modal?

Melalui rencana keuangan ini, kamu dapat memprediksi bagaimana kesehatan finansial usahamu, apakah usaha ini akan menguntungkan atau merugikan.

Rencana Marketing

Strategi marketing atau pemasaran meliputi bagaimana kamu akan membuat produk dikenal oleh target audiens? Apa strategi yang digunakan? Nah, pemilihan strategi ini harus berdasarkan hasil analisis target audiens sebelumnya. Misal, kamu memiliki target audiens usia 20-35 tahun, dengan geografi Jabodetabek, dan gaya hidup gemar belanja online. Maka strategi pemasaran lebih cocok dengan menjual produk di marketplace atau mendirikan online shop.

Beberapa strategi promosi yang dapat digunakan antara lain:

  1. Advertising: berpromosi dengan memasang iklan, misalnya di televisi, media sosial, radio, koran, atau majalah.
  2. Sales promotion: mempromosikan produk/jasa dengan memberikan potongan harga seperti diskon, kupon, atau undian.
  3. Personal selling: menawarkan langsung produk/jasa kepada target audiens melalui kontak langsung, misalnya menggunakan jasa salesman atau salesgirl.
  4. Direct message: menawarkan langsung produk/jasa kepada target audiens dengan tidak melalui kontak langsung, misalnya telemarketing, email, atau pesan singkat.
  5. Public Relations: melakukan promosi dengan tidak secara langsung atau disebut dengan soft selling, misalnya melalui seminar, workshop, atau bakti sosial. Fokus dari strategi Public Relations adalah membangun citra dan reputasi dengan baik terlebih dahulu, sehingga penjualan akan meningkat dengan sendirinya.

Evaluasi

(Sumber: jojonomic.com)

Setelah strategi dijalankan, bagian akhir yang sangat penting adalah pelaksanaan evaluasi. Dilaksanakannya evaluasi menjadi penting karena memberikan gambaran apakah semua yang telah direncanakan dapat berjalan dengan lancar, dan memberikan hasil yang baik. Strategi yang berjalan dengan lancar dan memberikan hasil baik maka dapat dipertahankan dan dikembangkan. Sedangkan strategi yang kurang dapat diperbaiki atau tidak lagi digunakan.

Perencanaan bisnis dapat digunakan untuk banyak hal, mulai dari menentukan arah gerak bisnis hingga memenangkan investor nantinya. Dengan perencanaan yang baik, bisnis juga bisa berjalan lebih baik. Jika kamu tertarik untuk membuka suatu usaha, entah itu dalam skala besar atau kecil, jangan lewatkan tahap membuat perencanaan bisnis, ya!

 

 

Sumber:

Atenda. 6 Desember 2019. 3 Rencana Bisnis Paling Penting Untuk Pemula. https://www.atenda.id/berita/3-Rencana-Bisnis-Paling-Penting-Untuk-Pemula/80 (Diakses pada 23 Oktober 2020 pukul 0.59)

HollaGo. Tips Perencanaan Usaha Bagi Pemula. https://hollago.id/info/tips-perencanaan-usaha-bagi-pemula/ (Diakses pada 23 Oktober 2020 pukul 0.57)

Kompas.com. 28 Januari 2020. Rencana Bisnis Sederhana Bagi Pemula yang Ingin Buka Bisnis di Tahun 2020. https://biz.kompas.com/read/2020/01/28/145806128/rencana-bisnis-sederhana-bagi-pemula-yang-ingin-buka-bisnis-di-tahun-2020 (Diakses pada 23 Oktober 2020 pukul 1.01)

Rindang, DTU. 11 September 2020. Cara Menyusun Perencanaan Bisnis Bagi Pemula. https://www.daya.id/usaha/pelatihan-online/cara-menyusun-perencanaan-bisnis-bagi-pemula (Diakses pada 23 Oktober 2020 pukul 0.26)