Penulis : Novia Floriani

Pada 21 November 2020, Werkudara Institute kembali mengadakan webinar Ceritasik (Cerita Asik di Rumah Aja). Tema webinar kali ini adalah “Skill Hacks to Create Your Career”. Fransiscus Ian atau yang akrab disapa Mas Ian selaku CEO Werkudara Institute akan menjadi pembicara. Acara juga dipandu oleh Yustinus Agrin, Junior Consultant Werkudara Institute, selaku moderator.

Sebelum menuju ke pembahasan inti, terlebih dahulu kita harus melihat bagaimana realita dunia kerja saat ini. Sejak kemunculan pandemi Covid-19, banyak organisasi maupun industri yang tidak siap menghadapinya. Beberapa terpaksa harus melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawannya maupun gulung tikar. Walaupun kenyataannya banyak pula organisasi yang berhasil bangkit, beradaptasi, dan merespon fenomena perubahan ini, tentu kita harus melihat lebih jauh lagi. Apakah skill atau keterampilan yang dibutuhkan kedepannya?

Kondisi normal baru memaksa recruiter untuk turut menyesuaikan kompetensi yang diharapkan dari para kandidat. Disinilah waktu tepat untuk menerapkan budaya organisasi yang tangkas atau agile. Terdapat beberapa tren skill hari ini yang meliputi; program development, IT programmer, Artificial Intelligence, digital marketing, customer success specialist, dan lain-lain. Mengikuti tren keterampilan tersebut, terdapat pula beberapa kompetensi yang diharapkan perusahaan dalam merekrut karyawan baru, yang akan dibahas lebih lanjut dibawah ini.

Pertama adalah leadership. Tidak terbatas apa jabatanmu dalam perusahaan, seluruh sumber daya manusia didalamnya harus memiliki jiwa leadership yang baik. Jiwa leadership dibutuhkan untuk membantu mengorganisasi diri serta menerapkan  prosedur kerja yang efektif.

Kedua yakni kolaborasi. Kolaborasi akan lebih mengembangkan perusahaan, tidak peduli bidang apa yang dijalani. Budaya agile dalam hal ini akan membuahkan fleksibilitas karyawan dalam bekerja. Sebagai contoh, tidak akan ada lagi suatu sistem kaku yang hanya memungkinkan staf divisi marketing hanya mengurus hal-hal terkait marketing. Dengan begitu, tujuan perusahaan akan lebih mudah tercapai.

Kompetensi penting yang ketiga adalah Emotional Intelligence. Kecerdasan emosional pada dasarnya merupakan fondasi utama. Dengan memahami emosi, baik emosi diri kita sendiri maupun orang lain, akan lebih mudah untuk mengolah serta mengontrolnya ketika dihadapkan dalam situasi tertentu. Sementara itu, di urutan keempat dan kelima terdapat kemampuan problem solving serta kreatif.

Kemudian, bagaimana kita bisa memperoleh keterampilan-keterampilan tersebut? Jawabannya adalah dengan berlatih. Semua skills diatas bukanlah hal yang tidak bisa diupayakan maupun dilatih. Oleh karena itu, kini semakin banyak perusahaan yang menyediakan berbagai pelatihan pengembangan diri. Ini juga merupakan kesempatanmu untuk dapat mempraktikan berbagai teori yang sudah didapat sebelumnya di bangku perguruan tinggi.

Pada dasarnya, terdapat dua hal yang seorang HR cari dalam interview, agar dapat menentukan apakah kandidat itu sesuai dengan perusahaan. Pertama yakni kompetensi dan kualifikasi. Itulah mengapa kamu sebagai pelamar kerja harus memperhatikan kualifikasi apa saja yang dibutuhkan pada lowongan kerja tersebut. Recruiter seringkali memiliki preferensinya masing-masing. Kamu mungkin tidak akan mendapatkan pekerjaan tersebut jika yang dibutuhkan adalah yang berpengalaman minimal lima tahun sementara kamu seorang fresh graduate.

Kedua adalah mencocokkan nilai hidup kandidat dengan nilai-nilai perusahaan. Value perusahaan bukan hal yang mudah untuk diterapkan jika pada dasarnya itu berlawanan dengan nilai hidupmu. Oleh karena itu, sebisa mungkin recruiter akan  menggali lagi nilai hidup anda setelah kamu terbukti lolos kualifikasi. Jika value keduanya sama, motivasi kerja kandidat juga akan relatif sama dengan ekspektasi perusahaan. Begitupun dengan proses adaptasi dalam memasuki budaya organisasi.

Proses rekrutmen biasanya terdiri dari psikotes serta interview. Mas Ian menyatakan, tidak ada persiapan tertentu yang harus kamu lakukan sebelum melakukan tes. Inti dari psikotes adalah mengukur sejauh mana anda mampu dan sesuai dengan kualifikasi perusahaan. Sesi interview yang biasanya dilakukan pasca tes psikotes sebenarnya juga berguna untuk mengonfirmasi hasil psikotes anda. Cukup menjawab secara jelas dan detail pertanyaan pada saat interview. Sesi ini pada dasarnya bertujuan untuk menggali pengalaman kandidat. Usahakan menjawab secara tepat sasaran dan tidak bertele-tele.

Interview sendiri juga biasanya terdiri dari dua tahapan, yaitu interview HR dan interview user. Tentu terdapat perbedaan signifikan antara keduanya. Interview HR bertujuan untuk mengonfirmasi hasil psikotes serta menyimpulkan apakah kandidat cocok dengan posisi jabatan serta value perusahaan. Sementara interview user akan lebih menggali hal-hal teknis, skill, kemampuan analisa, serta menilai apakah kandidat akan cocok bekerja dalam timnya.

Di akhir sesi webinar, Mas Ian memberikan sedikit pesan bagi para calon pelamar kerja untuk banyak belajar dan mengisi diri dengan hal-hal yang akan bermanfaat di dunia kerja. Kamu dapat mengikuti berbagai pelatihan dan webinar untuk mendapatkan ilmunya. Namun jangan lupa untuk mengimbanginya dengan praktik nyata.

Untuk kamu yang ketinggalan Cerita Asik di Rumah Aja kali ini, kamu dapat menonton tayangan ulangnya di Youtube Indo Event. Jangan lupa saksikan Cerita Asik di Rumah Aja di episode yang akan datang dan sampai jumpa!